[Unpad.ac.id, 20/04/2017] Mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran, Anas Anwar Nasirin meraih juara pertama Lomba Kisah Inspiratif Nasional yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Riset dan Penalaran Exist Universitas Jambi, 17 April 2017 lalu. Anas meraih prestasi tersebut atas kisah inspiratifnya  berjudul “Keyakinan dapat Mengalahkan Segalanya”.

“Saya ikut kompetisi tersebut karena saya ingin mengembangkan bakat saya. Kebetulan saya senang menulis. Saya juga merasa banyak pelajaran hidup yang saya lalui, yang saya harap dapat menjadi motivasi bagi pembaca,” kata Anas saat diwawancara Humas Unpad, Rabu (19/04).

Kompetisi menulis kisah inspiratif tersebut digelar sejak Februari 2017 lalu secara online, dan diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Pada kompetisi tersebut,  setiap peserta diharuskan mengirimkan kisah inspiratif bertema “Inspirasi untuk Negeri”. Karya yang dibuat merupakan hasil karya sendiri dan tidak direkayasa.

Dalam karya yang ditulis Anas, pria kelahiran Tasikmalaya, 25 April 1997 ini mengisahkan perjuangannya dalam menempuh studi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar hingga saat ini. Sejak kecil, Anas yang tinggal bersama Ibu dan dua adiknya mengalami kesulitan ekonomi sehingga ia nyaris putus sekolah. Ayah Anas sakit dan tidak tinggal bersamanya sejak Anas masih SD.

Meski kesulitan ekonomi, Anas tetap bertekad untuk melanjutkan studi ke Sekolah Menengah Pertama. Ia berhasil mendaftar di Panti Asuhan Al-Rasyid Subang dan melanjutkan sekolahnya disana. Saat kelas VIII, Anas mendapatkan kabar bahwa ayahnya meninggal dunia. Saat itu, Anas sempat sedih, namun kemudian semangatnya semakin membara untuk terus melanjutkan studi. Anas pun lulus SMP dengan hasil yang memuaskan.

Saat lulus SMP, lagi-lagi Anas sempat terancam tidak dapat melanjutkan studi karena masalah ekonomi. Meski saat itu dapat mengenyam pendidikan gratis, Anas harus keluar dari panti asuhan untuk membantu ibunya bekerja. Namun, tekad Anas untuk melanjutkan studi sangatlah kuat. Bersama ibunya, ia kemudian mencari tempat dimana ia dapat melanjutkan sekolah.

Tekadnya itu membuahkan hasil. Anas diterima di Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa di Kabupaten Bandung. Disana, kualitas diri Anas terus meningkat. Lulus SMA, Anas pun terus berkeinginan melanjutkan studi, hingga membawanya mendaftar ke perguruan tinggi. Anas kemudian diterima menjadi   mahasiswa Unpad dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2015. Di Unpad, Anas merupakan salah seorang penerima Program Bidikmisi.

“Ujian yang diberikan Allah kepada saya sangat luar biasa, sehingga saya harus melalui langkah demi langkah. Bagi saya itu sangat sulit. Namun dengan usaha sungguh-sungguh dapat terbukti hasilnya. Saat ini saya bisa kuliah di Unpad,” ungkap Anas.

Menurut Anas, keyakinan dapat mengalahkan segalanya. Sesulit apapun rintangan, pasti dapat dilalui. Ia pun selalu tergerak untuk tidak mudah menyerah, untuk terus mengejar kesuksesan dalam setiap keadaan yang dihadapi.

Sebagai seorang mahasiswa, Anas juga aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan di Unpad. Anas aktif di Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unpad,  Gelanggang Seni Sastra Teater Tari dan Film (GSSTF) Unpad, dan menjadi  penyiar di Radio Unpad.

Berbagai prestasi pernah ia raih, diantaranya Juara II Debat antar angkatan Ilmu Sejarah FIB Unpad, Juara II Lomba Baca Puisi Minangkala ke-58 FIB Unpad, dan 6 Besar Terbaik Duta Wisata dan Budaya/Mojang Jajaka Kab.Tasikmalaya 2016.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana/wep