Washington DC 16 Juni 2017. Sajian menarik angklung interaktif mengakhiri pertemuan orientasi bagi 45 orang penerima grant Fulbright dalam program Pre Departure Orientation, yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC bersama Bureau of Educational and Cultural Affairs U.S. Department of State. Selain 45 orang penerima grant, hadir pula 15 staf serta alumni Fulbright. Empat puluh lima penerima grant tersebut terdiri dari 21 orang yang akan bertugas sebagai English Teaching Assistant, 8 skolar yang akan melakukan riset/pengajaran, dan 16 mahasiswa yang akan melakukan riset. Program ini adalah salah satu bentuk dari soft diplomacy dan kerjasama Amerika Indonesia.

Atdikbud, Ismunandar, pada kesempatan tersebut menyampaikan pesan Dubes RI, yang intinya mengapresiasi program Fulbright dan para grantee yang telah menjadi jembatan penghubung Indonesia dan AS. Diharapkan pula para grantee dapat menyelami kehidupan dan kebudayaan Indonesia serta membantu promosi Indonesia di AS. Makan malam khas Indonesia dan permainan angklung interaktif menutup acara tersebut.

Krisna Suryanata, dosen keturunan Indonesia di Univeristas Hawaii, menyampaikan ingin segera tiba dan melanjutkan riset-riset tentang geografi di Indonesia. Sementara Kate Morrow yang akan bertugas sebagai guru Bahasa Inggris di Manado mengapresiasi pengenalan Indonesia melalui angklung dan menyatakan menikmati masakan Indonesia yang disajikan. (Atd)

*Gambar: Peserta Pre Departure Orientation penerima grant Fulbright, memainkan Angklung interaktif dan memainkan lagu antara lain ; Lullaby, I Have a Dream, dan Cucak Rowo.