M Wildan Fauzan S, Mahasiswa Diploma jurusan Manajemen Agribisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Ketiga Nasional 2017. Pengukuhan Wildan sebagai Mahasiswa Berprestasi Ketiga Nasional 2017 dilaksanakan di Hotel Swiss-bellin Tunjungan, Surabaya (12/7). Ini adalah kali pertamanya bagi IPB untuk kategori program diploma dapat masuk ke tiga besar dalam pemilihan mahasiswa berprestasi.

“Perjalanan meraih juara 3 nasional ini sangat challanging. Saya harus bolak balik Blitar-Bogor sampai 6 kali karena ketika seleksi tingkat IPB, saya sedang Praktek Kerja Lapang (PKL) di Blitar. Terlebih lagi saya harus ganti judul karya tulis ilmiah karena kurang “vokasi”. Sempat stress juga karena tekanan yang tinggi, terutama dalam menyeimbangkan waktu antara persiapan Mapres dengan kegiatan keluar negeri yang mepet dengan seleksi mapres nasional,” ungkapnya ketika diwawancari.

 Wildan mengucapkan syukur dan terimakasih kepada keluarga dan Direktorat Kemahasiswaan IPB yang telah mendukungnya hingga menjadi mahasiswa berprestasi nomor 3 di Indonesia.

“Saya dapat banyak dukungan. Jadi prestasi yang diraih ini sebetulnya bukan pencapaian saya saja tapi semua yang telah mendukung saya,” tuturnya.

Wildan berhasil membuktikan tekad kuatnya untuk menggapai cita-citanya. Sejak semester satu, Wildan sudah merintis usaha dengan mendirikan perusahaan Embracelet Supply. Yakni brand yang memproduksi gelang berbahan dasar silikon yang dapat diakses di akun Instagram (@embraceletsupply). Usaha ini ia rintis sejak tahun 2014 hingga sekarang.

Salah satu produknya adalah University Brecelet yang sudah tersebar di lebih dari 15 universitas di Indonesia.Masih banyak lagi bentuk yang lainnya seperti City Bracelet yang sudah tersebar di kota Bogor dan Bandung serta Fanbase Bracelet yang bekerjasama dengan Persib Bandung. Bukan hanya itu, kini Wildan juga sedang mengembangkan usahanya di bidang fashion yang menjual jaket dan topi.

Butuh upaya yang luar biasa untuk dapat menyeimbangkan waktu untuk semua kegiatannya. Wildan mengungkapkan bahwa cara menyeimbangkan waktunya dengan fokus dulu menyelesaikan satu hal.

“Saya tidak ikut organisasi secara intens karena fokus sama di bisnis. Kalau selama masa Mapres, alhamdulillah banyak dapat bantuan dari keluarga dan staff karyawan sehingga Embracelet masih bisa berjalan,” terangnya.

Dalam satu bulan perusahaan yang didirikan Wildan mampu menghasilkan 50-80 juta rupiah, omset yang terbilang fantastis untuk pebisnis kelas mahasiswa. Untuk bisa meraup penghasilan tersebut Wildan pun harus mengorbankan banyak hal seperti waktu bermain, dan lain-lain. Tentu ini merupakan perjuangan berat yang dijalani oleh Wildan karena di satu sisi Wildan juga tetap ingin mempertahankan nilai akademiknya tetap bagusserta tetap melakukan kegiatan sosial dan organisasi. Tak jarang hal tersebut menurunkan kondisi fisiknya.(SM/Zul)