Sampah merupakan permasalahan utama daerah selama bertahun-tahun yang sampai sekarang belum ditemukan solusi terbaik untuk mengatasinya. Jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat maupun industri yang terdiri dari sampah organik, non organik, dan campuran selalu meningkat. Sebenarnya sudah ada upaya dari berbagai pihak untuk memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, misalnya untuk kompos, energi, bahan bangunan, maupun sebagai bahan industri, tetapi semuanya belum maksimal.

Oleh karena itu sekelompok mahasiswa UNY berupaya menanggulangi permasalahan itu dengan memanfaatkan sampah untuk dijadikan energi listrik dengan Alat Backup Listrik Otomatis (Abalito). Mereka adalah Muhson Isroni dari Prodi Biologi dan Putri Hanan Riyanta dari Prodi Fisika Fakultas MIPA, Baskoro Waskitho Husodo dari Prodi Pendidikan Teknik Mekatronika dan Frida Hasana dari Prodi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik serta Refiena Nurluthfyani dari Prodi Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan.

Menurut Muhson Isroni Abalito listrik bermedia sampah ini merupakan sebuah alat back up listrik dengan pengalihan arus listrik otomatis dengan memanfaatkan konversi energi kalor dari suatu sistem peltier guna membangkitkan listrik. “Energi kalor ini didapatkan dari pembakaran sampah” kata Muhson Isroni “Melalui alat ini diharapkan dapat menjadi inovasi bagi upaya menanggulangi permasalahan sampah di daerah yang ada di Indonesia”.

Baskoro Waskitho Husodo menambahkan bahwa alat ini berbentuk kotak berukuran 1,5 m x 1,5 m x 1 m. Terdapat 3 bagian utama dari alat ini, yakni bagian pertama di depan sebagai tempat pembakaran sampah. Bagian kedua merupakan tempat komponen pendukung. “Dan bagian ketiga yakni pada ujung cerobong tempat sampah basah yang akan dikeringkan dengan uap panas dari pembakaran sampah” ujar Baskoro.

Di ujung cerobong juga terdapat filter uap pembakaran yang terdiri dari zeolit dan arang aktif. Bagian atas Abalito akan tampak lubang-lubang keluaran udara dari fan yang berfungsi mendukung bagian cold side pada peltier. Sedangkan bagian bawah terdapat 4 roda yang akan membantu menggerakan Abalito ini berpindah tempat. Di sisi bagian belakang tedapat saklar, voltmeter analog untuk mengukur tegangan 220 v dan voltmeter digital.

Cara kerjanya diungkapkan Refiena Nurluthfyani, dimana sampah yang dibakar menghasilkan asap panas akan mengenai peltier yang berada tepat di atas tempat pembakaran sampah. Peltier digunakan untuk menghasilkan listrik dengan memanfaatkan beda panas antara dua sisi dari peltier. Peltier dihubungkan secara pararel dengan peltier lainnya sehingga menghasilkan arus yang lebih besar. Arus listrik yang besar tersebut dinaikan dengan trafo step up yang dimanfaatkan untuk mengisi daya listrik pada accu 35 Ampere. Ketika arus litrik dari PLN terhenti, maka relay LY4 secara otomatis mengalihkan arus ke alat sehingga arus listrik DC 12 Volt dari accu masuk ke inverter dan menghasilkan tegangan listrik listrik 220 volt AC yang dimanfaatkan untuk memback up beban listrik yang dipakai masyarakat. Asap panas dari proses pembakaran sampah difiltrasi dengan zeolit dan karbon aktif akan menghasilkan asap panas ramah lingkungan. Yang kemudian asap panas tersebut dimanfaatkan untuk mengeringkan sampah yang masih basah.

Menurut Frida Hasanah Pembuatan Abalito dilakukan melalui beberapa tahapan, pertama kali Membentuk plat menjadi bentuk kerangka alat, kemudian membentuk cerobong dengan bentuk “U” agar didapatkan tekanan asap yang mengenai peltier tinggi, sehingga tegangan yang dihasilkan maksimal. “Kemudian menyambung accu ke Inverter dan disambungkan ke port stop kontak beban” ujar Frida. Kemudian menyambung peltier dengan cara pararel, disambungkan lagi ke trafo step up dan travo ini disambungkan ke accu. Setelah itu fan disambungkan dengan alumunium pendingin ke accu, menempel peltier ke badan cerobong asap serta membuat  filtrasi zeolit dan karbon aktif di pintu keluar cerobong asap.

Hasil dari pembuatan alat ini didapatkan dalam pengujian pertama yang akan dianalisa mengenai jumlah tegangan yang dihasilkan. Setelah diketahui tegangan yang didapatkan dari proses pembakaran, kemudian memvariasikan waktu yang dibutuhkan dan berat sampah yang dibakar. Selanjutnya tegangan akan disimpan di accu pada saat terjadi pemadaman listrik, maka secara otomatis alat tersebut akan bekerja. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta tahun 2017. (Dedy)

sumber:

https://www.uny.ac.id/berita/alat-back-listrik-bermedia-sampah