#Siaran Pers Kemenristekdikti
No: 42/SP/HM/BKKP/V/2017
Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) akan segera memiliki gedung perkuliahan baru dengan fasilitas mumpuni. Pembangunan gedung baru ini mendapatkan bantuan pendanaan dari Saudi Fund for Development (SFD) Loan No. 9/612, dengan total dana USD 34.971.753,-.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bersama Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shoaibi, Rektor Unsyiah Samsul Rizal dan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad hari ini (15/5/2017) melakukan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Gedung Baru Proyek 7 in 1 Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Turut hadir dalam acara ini Forum Pimpinan Daerah Provinsi Aceh, Diplomat Kerajaan Arab Saudi, Civitas Akademika Unsyiah dan tamu undangan lainnya.
Menristekdikti mengatakan bahwa pembangunan gedung Unsyiah merupakan proyek pertama dari rencana 7 in 1 Project yang didanai oleh Bank Pembangunan Islam (IDB), Saudi Fund for Development (SFD), dan Pemerintah Indonesia (GOI). Proyek ini bertujuan untuk mendukung Strategi Pemerintah Indonesia untuk pengembangan Pendidikan Tinggi dan untuk meningkatkan akses dan kualitas Institusi Pendidikan Tinggi melalui renovasi, perluasan, melengkapi fasilitas yang ada dan baru dan meningkatkan kurikulum dan keterampilan staf akademik di tujuh perguruan tinggi.
“Tujuh universitas berkomitmen untuk bekerja sama dalam proyek ini adalah Universitas Negeri Surabaya , Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Tanjungpura , dan Lambung Mangkurat University ,” ujar Menristekdikti.
Menristekdikti berharap agar pembangunan gedung baru ini dapat berjalan dengan baik. Dengan adanya gedung dan infrastruktur baru, Unsyiah akan dapat berkembang menjadi perguruan tinggi yang lebih baik sehingga dapat bersaing di tingkat nasional atau bahkan menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Menteri Nasir juga mendorong agar Unsyiah dapat menjadi roda penggerak ekonomi masyarakat.
Osama bin Mohammed Abdullah Al Shoaibi dalam sambutannya mengatakan bahwa kerajaan Arab Saudi memiliki perhatian besar dalam upaya peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia. “ Khususnya untuk Aceh mendapat perhatian ekstra dari Kerajaan Arab Saudi dan Keluarga Kerajaan. Ikatan ini bukan terjalin saat ini saja, namun telah berlangsung sejak lama” ujar Osama.
Osama berharap peletakan batu pertama ini merupakan langkah yang baik bagi pengembangan pendidikan dan teknologi di Aceh. Saudi Fund for Development merupakan lembaga Kerajaan Arab Saudi yang bertugas menjalin kerjasama bilateral untuk membantu pembangunan di negara berkembang. Pada Maret tahun ini, Pemerintah Indonesia dan Saudi Fund for Development juga telah menandatangani sebelas MoU di berbagai bidang senilai 13 triliun rupiah.
Rektor Unsyiah menyatakan rasa bangga dan bersyukur dengan berjalannya proyek pembangunan gedung baru di Unsyiah. Gedung baru yang akan dibangun yaitu gedung Fakultas MIPA, Fakultas Kedokteran Hewan, dan Fakultas Kelautan dan Perikanan. Menurut Samsul Rizal selain bangunan fisik, Proyek 7 in 1 juga akan membantu pengembangan kurikulum dan riset. “Target kita gedung baru ini dapat selesai pada tahun 2018,” pungkas Samsul.