PIH UNAIRTim Airlangga Indonesia Denali Expedition (AIDeX) Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Airlangga telah mencapai kamp empat yang berada di ketinggian 14.100 kaki atau setara 4.297 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kabar tersebut diterima oleh manajer atlet Wahyu Nur Wahid berdasarkan satelit global positioning system (GPS) yang dikirimkan oleh ketiga atlet yang mendaki Gunung Denali, Alaska, Amerika Serikat, Senin (5/6).

Ketiga atlet yang beranggotakan Muhammad Faishal Tamimi (mahasiswa Fakultas Vokasi/2011), Mochammad Roby Yahya (mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan/2011, dan Yasak (alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), tengah memasuki hari kesepuluh pendakian.

Menurut Roby, para pendaki tengah dihadapkan pada kondisi cuaca snow showers. Snow showers adalah kondisi anomali di waktu mana hujan, cerah, dan hujan salju datang silih berganti. Selain snow showers, para atlet juga menghadapi kondisi cuaca whiteout.

“Kondisi whiteout oleh salju cukup mereduksi jarak pandang kami. Kondisi whiteout bisa mengakibatkan garis horizon mengabur dan menyebabkan disorientasi arah,” tutur Roby.

Selain soal cuaca, para atlet juga tengah bertahan di suhu yang mencapai minus tiga puluh derajat Celcius. Dalam kondisi demikian, Roby mengakui bahwa atlet berada dalam kondisi kelelahan. Namun, keadaan rombongan cukup aman dan siap melanjutkan perjuangan menuju puncak Mc. Kinley atau 6.190 mdpl.

rilis-pih-unair-atlet-denali-1

Diceritakan sebelumnya, tim atlet mencapai Below Kahiltna Pass di kamp dua dengan ketinggian 9.350 kaki pada tanggal 1 Juni lalu. Selama di kamp dua, para atlet mengumpulkan tenaga selama seharian untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya. Dari kamp dua menuju kamp tiga, tim atlet menanggalkan barang bawaannya dan hanya membawa single carrier.

Pada tanggal 3 Juni, di kamp tiga dengan ketinggian 10.900 kaki, mereka menyimpan bahan logistik di timbunan salju (drop cache). Mereka bergerak menuju Windy corner di ketinggian 13.250 kaki dan kemudian kembali menuju kamp tiga. Windy corner atau sudut berangin merupakan celah yang diapit dua punggungan sehingga mengakibatkan hembusan angin begitu kencang.

Pada tanggal 4 Juni atau hari kesembilan pendakian, selama perjalanan dari kamp tiga menuju kamp empat, tim mengalami kejadian ekstrim saat melawan terpaan angin.

“Oksigen yang tipis dan terpaan wind chill membuat tim kesulitan mencapai target dan beberapa anggota ambruk terpelosok tebalnya salju. Kami selalu meneriakkan jargon tabah sampai akhir agar tetap semangat,” terang Roby.

Setelah selama delapan jam perjalanan mereka bergelut dengan angin kencang dan kadar oksigen yang tipis, tim atlet akhirnya sampai di kamp empat.

Sedangkan, Selasa (6/6) waktu Alaska, mereka dijadwalkan akan turun ke Windy corner di ketinggian 13.250 kaki (4.038 mdpl) untuk mengambil barang bawaan dan kembali ke kamp empat untuk beristirahat persiapan menuju kamp 5.

Untuk menuju puncak Mc. Kinley, para atlet perlu melewati satu kamp lagi yakni kamp kelima. Jika tak ada aral melintang, Wahyu menuturkan para atlet akan mencapai puncak pada Jumat (9/6) mendatang.

“Pencapaian puncak Denali diperkirakan besok Jumat tanggal 9 Juni. Waktu pendakian tersebut berjalan lebih awal dari jadwal yang sebelumnya ditetapkan,” tuturnya.

Kelancaran tim atlet dalam melalui rintangan di Denali tak lepas dari berbagai persiapan yang telah dilakukan selama berada di Indonesia. Selama 16 bulan, persiapan tim AIDeX banyak dibantu oleh PT. PP Properti (Tbk) dan PT. Pegadaian Persero.

Denali bukanlah puncak pertama yang didaki oleh anggota UKM Wanala. Empat dari tujuh puncak tertinggi yang telah digapai tim adalah Puncak Carztenz Pyramid (Indonesia/1994), Kilimanjaro (Tanzania/2009), Elbrus (Rusia/2011), dan Aconcagua (Argentina/2013).

Selain ke Denali, ekspedisi ke Vinson Massif di Antartika serta Everest di Himalaya akan menggenapi ekspedisi seven summits anggota UKM Wanala. (Humas UNAIR)

Keterangan Foto:

  1. Snow shower camp 4 pada malam hari. (Foto: AAI)
  2. Jalur pendakian west buttrest Denali. (Foto: COHP)
  3. Tiga atlet Wanala UNAIR (dari kiri) Yasak, Roby, Faisal di Ranger Station, Alaska