Berupaya memberikan solusi atas krisis energi yang menjadi masalah utama dunia, tiga mahasiswa Universitas Brawijaya membuat sumber energi terbarukan berupa baterai yang berbahan dasar sisik ikan bandeng bernama Smart B-Cline. Tiga mahasiswa UB tersebut adalah Mohammad Khaufillah (Sistem Informasi/2016), Aizzatur Rohmah (FPIK/2015), dan Intan Wahyu Cahyani (FK/2015).

Seperti diketahui bahwa pada baterai yang beredar dipasaran mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari lingkungan seperti merkuri, mangan, timbal, cadmium, nikel dan lithium. Oleh karenanya diperlukan adanya sumber energi baru yang aman untuk lingkungan dan dapat terbarukan. Smart B-Cline menjadi solusi atas permasalahan tersebut karena terbuat dari bahan utama yang ramah lingkungan yaitu sisik ikan bandeng dan human urine.

Sisik ikan bandeng mengandung zat kitin yang dapat diubah menjadi sumber listrik. Sementara itu urine terdiri atas 95% air dan sisanya adalah zat terlarut yang salah satunya adalah elektrolit. Ion elektrolit ini kemudian memungkinkan reaksi kimia yang memicu terjadinya sumber listrik jika dicampurkan dengan sisik ikan bandeng.

“Sampai saat ini sudah dicoba satu baterai yang membutuhkan sisik dari satu ikan bandeng ukuran sedang dan dapat digunakan untuk menyalakan satu lampu LED. Tapi masih akan kami kembangkan packagingnya dan sampai bisa menghasilkan daya sama dengan baterai pada umumnya 1,5 Volt,” ujar Khaufillah.

Smart B-Cline telah mengantarkan Khaufillah beserta rekan satu timnya memperoleh penghargaan silver medal pada kompetisi internasional Penang Invention, Innovation and Research Design Platform (PIID 2017). Kompetisi ilmiah ini diselenggarakan oleh Universiti Teknologi Mara, Malaysia pada 20-24 April 2017 lalu. [dna/humas UB]