Kompetisi Inovasi Teknologi bidang Pertanian
Direktur Politeknik Negeri Jember (Polije) Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM Selasa (28/11) kemarin dengan didampingi Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan (Bakorma) Ir. Bambang Utoyo, MP membuka secara resmi Agricultural Innovation Technology Competition (AITEC) 2017 di GOR Perjuangan 45 Polije. Kompetisi Inovasi Teknologi bidang Pertanian ini diikuti oleh 14 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. AITEC ini akan dilaksanakan sampai hari ini dan akan ditutup Rabu malam.
“Kompetisi yang kami gagas beberapa tahun silam, untuk mengkolaborasikan teknologi informasi untuk peningkatan kapasitas dan pengembangan kwalitas pertanian akhirnya bisa terwujud pertama kali di tahun ini”, ujar Nanang Dwi Wahyono ketika memberikan sambutan.
Menurut dia, AITEC ini akhirnya bisa diselenggarakan pertama kalinya di Polije, menambah deretan kompetisi tingkat nasional yang diinisiasi dan dimulai dari Polije. Porseni antar Politeknik juga diawali penyelenggaraanya di Polije, demikian halnya dengan seleksi bersama penerimaan mahasiswa baru jalur UMPN Politeknik se Indonesia juga salah satu inisiatornya dalah Polije juga.
“Saya yakin AITEC ini, juga akan menjadi agenda kompetisi tingkat nasional yang akan berlanjut dan akan lebih banyak diikuti oleh PTN/PTS dari seluruh Indonesia”, tandas Nanang dengan mantap.
AITEC kali pertama ini menyelenggarakan 2 jenis kompetisi, meliputi Kompetisi Inovasi Teknologi serta Kontes Vokasi. Untuk jenis Kompetisi Inovasi Teknologi diikuti oleh 17 tim yang lolos babak final, sedangkan yang jenis Kontes Vokasi diikuti oleh 80 peserta. “AITEC 2017 diikuti 114 peserta yang terdiri dari 34 peserta di kategori Kompetisi Inovasi Teknologi, sedangkan pada kategori Kontes Vokasi untuk cabang Handling Sapi dan Domba 15 peserta, 12 peserta untuk cabang lomba sortasi dan penentuan mutu biji Kopi, cabang Loma Fillet Ikan 10 peserta dan 14 peserta lomba pembuaan bakso ikan, lomba penyuluhan pertanian sebanyak 19 peserta serta 10 peserta pada cabang gambar komponen alat mesin pertanian”, papar Joko Irsan Sanyoto Ketua Panitia.
AITEC 2017 ini diikuti oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sumatera Utara (USU) Universitas Gunadarma, Politeknik Negeri Lampung, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Politeknik Perikanan Negeri Tual, Politeknik Negeri Nusa Utara, Politeknik Negeri Cilacap dan Polije sebagai tuan rumah.
Menurut Nanang Dwi Wahyono, AITEC menjadi ajang yang sangat penting untuk memberikan kontribusi pada pembangunan pertanian agar mampu berdaulat dibidang pangan sebagaimana implementasi nawacita Presiden. “Dengan AITEC akan bermanfaat pada tercapainya kedaulatan pangan melalui penerapan inovasi teknologi”, tandasnya.
Masyarakat petani pada umumnya sangat memerlukan hilirisasi teknologi, terutama teknologi tepat guna dari hasil pengembangan dan penelitian perguruan tinggi agar mampu meningkatkan kesejahteraan para petani dan mendukung swasembada pengan.

Keterangan foto :
AITEC 2017 dimulai : Direktur Polije Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM didampingi oleh Ketua Bakorma Ir. Bambang Utoyo, MP ketika Memukul Gong Tanda dimulainya AITEC 2017 di GOR Perjuangan 45 Polije