(Jakarta, 13/10/2017) Di sela-sela gelaran International Conference of Nuclear Energy Technology (ICoNET) dan Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir (SENTEN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Universitas Hasanudin (UNHAS) menandatangani piagam kerja sama di Kampus UNHAS, Makasar, (12/10). Piagam kerja sama yang ditandatangani oleh Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto dan Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kemitraan, Budu Manyu, merupakan perpanjangan kerja sama yang sebelumnya sudah terjalin sejak 51 tahun yang lalu.

“Kerja sama BATAN dan UNHAS sudah berlangsung sejak tahun 1966, artinya sudah sekitar 51 tahun. Hampir seusia BATAN yang tahun ini menginjak usia 58 tahun,” ungkap Djarot.

Kedua belah pihak memulai kerja samanya di bidang pertanian yang saat ini varietas padi BATAN khususnya Sidenuk telah ditanam dan dinikmati sebagian masyarakat Sulawesi Selatan. Varietas padi unggul Sidenuk merupakan hasil penelitian pemuliaan tanaman dengan menggunakan teknik radiasi. Di Sulawesi Selatan, varietas Sidenuk menjadi favorit bagi petani karena mempunyai produktivitas yang tinggi, antara 9-10 ton per hektare.

Perpanjangan kerja sama ini akan diperluas tidak hanya terkait bidang pertanian saja namun juga terkait pengembangan teknologi reaktor nuklir.

“Kalau MOU ini bersifat umum, namun banyak yang bisa dikerjasamakan, misalnya kesehatan, pertanian, dan energi nuklir. Bisa juga nantinya terkait dengan penelitian robot untuk keadaan darurat nuklir,” tambah Djarot.

Dengan adanya perpanjangan kerja sama BATAN dan UNHAS ini, Djarot berharap komunitas nuklir di Indonesia semakin banyak. Dengan banyaknya pemangku kepentingan di bidang nuklir, maka sosialisasi pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia juga semakin mudah. (pur)

 

http://www.batan.go.id/index.php/id/kedeputian/teknologi-energi-nuklir/kajian-sistem-energi-nuklir/3783-51-tahun-kerja-sama-batan-unhas-terjalin