PIH UNAIR – Para alumni kampus Airlangga kembali mengukir prestasi membanggakan. Kali ini, prestasi diukir melalui karya berupa film dokumenter. Film berjudul “Wise and Sunrise” besutan Aditya Suwardi (Sutradara, Ilmu Komunikasi 2011) dan As’Ad Aswin (Eksekutif Produser, Ilmu Komunikasi 2012) sukses menjadi “Best Documenter” dalam ajang Go-Video Competition 2017 yang dihelat oleh Go-Jek.

“Kru film juga banyak yang dari Ilmu Komunikasi UNAIR,” kata As’ad Jum’at malam lalu (3/11).

Kru film itu antara lain Rizki Zulkifli (2011), Bayu Aditya (2012), Benediktus Andre (2014), Goyco Faza Ghafara (2011). Mereka semua sudah lulus, kecuali Andre. Atas raihan di event bertajuk #hiduptanpabatas itu, mereka mendapat hadiah sebesar Rp 100 juta rupiah.

Saat ditanya apa rahasia kemenangan itu, As’ad mengutarakan, kuncinya adalah kegigihan dan kerjasama.

“Jangan takut memulai, jangan takut jelek, jangan takut bersaing,” tegas As’ad.

Film documenter “Wise and Sunrise” berkisah tentang dua pengemudi Go-Jek bernama Arif, yang dalam bahasa Inggris berarti Wise, dan Fajar, yang dalam bahasa Inggris berarti Sunrise.

Arif Fahrozi adalah seorang seniman serba bisa. Selain penari Gatot Kaca yang kerap diundang dalam acara pernikahan, ayah tiga anak tersebut juga instruktur senam, guru ngaji, peniup terompet, seniman, dan pembawa acara dalam prosesi Jawa. Sedangkan Fajar Nugroho merupakan seorang ahli herbal dan akupunktur. Mereka berkenalan karena sama-sama berstatus mit ra Go-Jek.

Tak hanya berkenalan, mereka lantas saling belajar satu sama lain. Arif belajar jadi akupunktur dari Fajar, sedangkan Fajar belajar jadi pembawa acara prosesi Jawa dari Arif.

“Wise and Sunrise” dipilih menjadi pemenang melalui sejumlah tahap dan seleksi ketat. Para juri yang memutuskan bukanlah orang-orang sembarangan. Pengumuman dilaksanakan pada Rabu malam (1/11) di gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail Kuningan, Jakarta Selatan.

Tidak mudah bagi para juri untuk menetapkan para pemenangnya. Di antara mereka bahkan telah terjadi perdebatan sengit sebelum mengambil sebuah kesepakatan. Hal itu disebabkan ada juri yang menginginkan video yang satu menjadi pemenang, ada juga yang menginginkan video lain yang menjadi pemenang.

Dewan juri pada kompetisi ini terdiri atas Chief Marketing Officer (CMO) GO-JEK Indonesia Piotr Jakubowski, Riri Riza (sutradara), Chelsea Islan (aktris), Reza Rahadian (aktor), Mira Lesmana (sutradara), Anggy Umbara (sutradara), dan Mikey Moran (DJ).

Selain kategori dokumenter, kompetisi ini juga melombakan kategori animasi, drama, komedi, dan musik. Juga, memberikan penghargaan Student Reward berhadiah DJI Spark Drone dan apresiasi bagi “Best Picture”. (PIH UNAIR)