Washington DC, Selasa 16 Januari 2018

Standing Applause dan penghargaan yang tinggi diberikan sekitar 500 orang menonton yang memadati gedung kesenian “Montgomery College Cultural Arts Center”, pada akhir pertunjukan Indonesian Kids Performing Arts atau yang lebih dikenal dengan sebutan IKPA. Pada malam itu IKPA memberikan suguhan kesenian yang menarik (berupa drama musical) dalam rangka memperingati 8th ulang tahun berdirinya. IKPA adalah suatu organisasi non profit yang anggotanya adalah anak-anak diplomat RI dan anak-anak diaspora Indonesia yang mempunyai misi untuk memperkenalkan budaya Indonesia melalui musik dan tari, tujuannya untuk melestarikan sejarah dan budaya Indonesia di Washington, DC area.

Pertunjukan malam itu IKPA menampilkan tema “a Journey back to 1928, When a Nation Sings in Harmony”, dengan ide yang ditampilkan adalah mengenai Persatuan Indonesia. Dimana pada waktu itu, nasionalis muda Indonesia bertekad untuk mewujudkan Persatuan Indonesia, yang dinyatakan sebagai Sumpah Pemuda dengan tiga ide persatuan, yaitu bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu. Mereka percaya bahwa semangat ini akan berkekuatan untuk melawan penjajahan.

Tema ini dikemas sebagai Drama Musikal yang selama 2 setengah jam pertunjukan, yang terdiri dari 3 segmen pertunjukan antara lain :
Kedatangan VoC: Perusahaan dagang Hindia Barat, menampilkan Rain Music, VoC song, Drum battle, Jayakarta 1619, VoC Act, Wayang (shadow puppet), Poem-Batavia Song, Angin Mamiri, Goro-gorone, Dung Nene, Tari Likok Pulo;
Wilayah Indonesia di awal abad 20: kemuliaan kerajaan Jayakarta; latar belakang awal abad 17 situasi ketika berbagai suku tersebar di seluruh Indonesia, yang di tampilkan melalui Longing Song, Tarian Saman (Aceh), Dialog Tiga Serangkai (Dr. Dowwes Dekker, Dr. Tjipto Mangoen Koesoemo dan Ki Hajar Dewantoro), Partai Hindia, Lagu Sabilulungan (Jawa Barat), dan suasana Sekolah Hindia Belanda (Indische School) yang dibawakan oleh Permias DC dan anak-anak IKPA;
Nasionalisme: gerakan nasionalisme Indonesia, menampilkan Kebangkitan Nasional – Satu Nusa Satu Bangsa dan Bangun Pemudi Pemuda, Kongres Pemuda Kedua (2nd Congress), Sumpah Pemuda (The Pledge).

Ketiga segmen tersebut dibawakan dalam seni gerak dan lagu yang semuanya di aransemen oleh composer musik berbakat Ulung Tanoto.

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Yang Mulia Bapak H.E. Budi Bowoleksono dalam sambutan tertulisnya menyatakan bahwa Pemerintah akan terus mendukung prakarsa positif dari seluruh elemen masyarakat Indonesia di Amerika Serikat, termasuk IKPA, untuk mempromosikan budaya Indonesia yang luhur, karena selain kegiatan ini memberikan dukungan yang efektif untuk program-program pemerintah dalam ragka mempromosikan budaya Indonesia, juga pada saat yang bersamaan menarik generasi masa depan Indonesia untuk terus mengingat dan memupuk cinta mereka untuk tanah air, meskipun berada jauh dari tanah air.

Pertunjukan ini selain didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Washington DC, juga oleh Indonesian American Association, Hope for Children, Permias DC, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, A2ZPromos, dan NTTS IndoCargo,LLC.