JAKARTA – Dalam memperkuat keunggulan Indonesia, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mengembangkan upaya peningkatan kualitas kelembagaan Iptek dan Dikti melalui Program Pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI).  Hal ini sejalan dengan amanat dari  Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2015-2019) yang menyatakan bahwa peranan Iptek diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

Kemenristekdikti baru saja menggelar Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2017 di Gedung Kemenristekdikti, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (13/12). Acara ini juga dihadiri Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti, Patdono Suwignjo, dan para nominasi dari lembaga-lembaga litbang yang ada dibawah Kemenristekdikti dan Kementerian/Lembaga.

Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo mengatakan, melalui apresiasi ini diharapkan kontribusi lembaga litbang unggul yang telah ditetapkan sebagai pusat unggulan Iptek dapat lebih berkontribusi untuk menggerakkan sektor industri barang dan jasa berbasis inovasi, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing ekonomi bangsa.

“Dalam upaya mendukung pencapaian output kinerja sebagaimana yang telah ditetapkan selama ini, perlu kerja keras yang bersistem, mengingat kebutuhan atas standar yang tinggi dari kinerja sebuah Pusat Unggulan Iptek,” ujar Patdono dalam laporannya.

Pada kesempatan yang sama, Menristekdikti Mohamad Nasir menyampaikan, apresiasi ini bertujuan untuk meningkatkan dan menggalakan suatu inovasi dalam negeri.

“Pusat unggulan Iptek juga harus mampu mencetak para peneliti yang bisa menghasilkan publikasi internasional, menghasilkan prototype, dan bisa menghasilkan suatu inovasi,” jelas Nasir.

Menteri Nasir menambahkan, inovasi berperan penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. Inovasi juga harus berujung pada produk bermanfaat. Inovasi itu dari sebuah ide yang berujung pada temuan, bila sudah menjadi temuan harus bisa dihilirisasikan serta dikomersialisasikan.

“Inovasi yang tidak bisa dikomersialisasikan, maka itu bukan inovasi lagi dan akan hanya memenuhi referensi saja. Pusat Unggulan Iptek (PUI) menjadi sangat penting untuk menghasilkan suatu inovasi yang bisa dimanfaatkan oleh industri. Dengan itu, maka peningkatan daya saing bangsa bisa kita raih,” tambahnya.

Ia juga memberikan contoh bahwa selama ini implan tulang selalu impor, tetapi melalui penelitian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  yang bekerja sama dengan PT Zenith, implan tulang tidak perlu lagi impor, hasil inovasi yang telah dikembangkan dapat menghasilkan implan tulang yang berbahan baku 100% asli dari dalam negeri.

“Ini luar biasa, karena dengan hasil inovasi dan penelitian ini, biaya implan tulang bisa menghemat sampai angka 70% dari implan tulang impor biasanya. Materialnya juga ada di Indonesia tepatnya ada di pulau Sulawesi,” pungkas Nasir.

Penguatan kelembagaan menjadi unsur penting yang terbingkai dalam rangkaian fasilitasi kegiatan untuk kerangka pembinaan kelembagaan Iptek dan Dikti. Ke depan, langkah ini akan terus dikembangkan untuk mewujudkan sistem kelembagaan litbang di Indonesia yang menghasilkan lembaga litbang yang unggul, inovatif dan berdaya saing.

Kemenristekdikti mengajak industri untuk terus bekerjasama dengan lembaga litbang, menciptakan dan menggunakan produk dan teknologi hasil litbang dalam negeri yang inovatif, efektif dan efisien sehingga dapat memperkuat struktur dan daya saing ekonomi daerah dan nasional. Ke depan, Kemenristekdikti juga akan terus mengembangkan kebijakan riset dan teknologi yang kondusif dalam kerangka memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk peningkatan peradaban dan kesejahteraan masyarakat.

 

Inilah daftar Apresiasi Lembaga Litbang Tahun 2017 yang dilaksanakan pada Rabu tanggal 13 Desember 2017 di Jakarta, sebagai berikut:

  1. Lembaga Litbang yang Dibina menjadi Pusat Unggulan Iptek Tahun 2018 – 2020. Dideklarasikan dengan penandatanganan Sertifikat Masterplan Pengembangan PUI oleh Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti dan Pimpinan dari masing-masing lembaga litbang, disaksikan oleh Menteri Ristekdikti. Lembaga litbang tersebut adalah:
NO. LEMBAGA LITBANG PUSAT UNGGULAN
1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pusat Unggulan Iptek Pemanfaatan Hasil Hutan Tropis
2. Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju, Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Unggulan Iptek Sains dan Teknologi Baterai dan Magnet
3. Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Pusat Unggulan Iptek Teknologi dan Data Penginderaan Jauh
4. Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Unggulan Iptek Sumberdaya Mikroorganisme Nasional
5. Balai Penelitian Tanaman Hias, Kementerian Pertanian Pusat Unggulan Iptek Pemuliaan Tanaman Hias
6. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhutani, Perum Perhutani Pusat Unggulan Iptek Jati Indonesia
7. Balai Riset Budidaya Ikan Hias, Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat Unggulan Iptek Budidaya Ikan Hias
8. Pusat Penelitian dan Pengembangan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pusat Unggulan Iptek Pemodelan Hidrometeorologi dan Gempa Bumi
9. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Unggulan Iptek Repositori Ilmiah Nasional
10. Pusat Sains dan Teknologi Akselerator, Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Unggulan Iptek Akselerator dan Proses Bahan
11. Balai Riset dan Observasi Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat Unggulan Iptek Sistem Prediksi Kelautan
12. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Kementerian Pertanian Pusat Unggulan Iptek Buah Tropika
13. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pusat Unggulan Iptek Biometrik
14. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan, dan Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pusat Unggulan Iptek Kebijakan Perubahan Iklim
15. Balai Besar Kerajinan dan Batik, Kementerian Perindustrian Pusat Unggulan Iptek Batik dan Kerajinan
16. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan

 

Pusat Unggulan Iptek Budidaya Air Tawar
17. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

 

Pusat Unggulan Iptek Mitigasi Bencana Berbasis Daerah Aliran Sungai
18. Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Unggulan Iptek Teknologi Tepat Guna
19. Balai Besar Pulp dan Kertas, Kementerian Perindustrian

 

Pusat Unggulan Iptek Industri Selulosa
20. Pusat Penelitian Elektronika dan Komunikasi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Unggulan Iptek Teknologi Radar
21. Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian Pusat Unggulan Iptek Industri Kimia dan Kemasan
22. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit, Kementerian Kesehatan Pusat Unggulan Iptek Insektisida Kesehatan
23. Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan, Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Unggulan Iptek Teknologi Senyawa Bertanda dan Radiometri
24 Pusat Teknologi Penerbangan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Pusat Unggulan Iptek Desain Pesawat Udara
25. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pusat Unggulan Iptek Bioprospeksi Sumber Daya Hutan Bukan Kayu
26. Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Unggulan Iptek Bioteknologi Peternakan Sapi Potong dan Sapi Perah
27. Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Pusat Unggulan Iptek Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Daratan
28. Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pusat Unggulan Iptek Teknologi Modifikasi Cuaca
29. Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Pusat Unggulan Iptek Kebijakan dan Perkembangan Politik
30. Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Wilayah, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pusat Unggulan Iptek Teknologi Akuntansi Sumberdaya Alam