PIH UNAIR – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur Saifullah Yusuf membuka Airlangga Book Sale, Senin (11/6) di Aula AMERTA Kampus C Universitas Airlangga. Pembukaan Airlangga Book Sale bertepatan dengan talk show ”Pergerakan Literasi Surabaya: Menelaah Literasi dari Berbagai Sudut Pandang”.

Airlangga Book Sale yang telah terselenggara tahun ke-17 itu merupakan rangkaian acara dari Dies Natalis Ke-63 UNAIR. Dari tahun ke tahun, bazar buku tersebut terselengara atas kerja sama UNAIR dengan departemen ilmu informasi dan perpustakaan (IIP).

Gus Ipul –sapaan karib Saifullah Yusuf– mengapresiasi acara tahunan UNAIR itu. Kampus sebagai salah satu lembaga pendidikan mesti turut ikut andil dalam meningkatkan dunia literasi, baik membaca maupun menulis.

”Selama ini kita dorong terus (minat baca, Red), dengan sekolah, kampus, serta LSM. Pemprov sudah bekerja sama dengan UNAIR dan sejumlah instansi dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat. Hasilnya, setiap tahun semakin meningkat,” ujar Gus Ipul.

Dalam talk show tersebut, salah satu narsumnya merupakan penggerak literasi yang mengembangkan perpustakaan jalanan serta mendekati dan memfasilitasi masyarakat agar lebih mengenal perpustakaan. Fasilitas itu diberikan untuk masyarakat. Baik yang kesulitan maupun yang tidak memiliki motivasi untuk datang ke perpustakaan.

Dia adalah Vegasari Yuniati, pegiat literasi yang menjadi pegawai teladan di Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya, sekaligus alumnus Sastra Indonesia UNAIR.

Melalui Airlangga Book Sale tersebut Gus Ipul berharap dunia literasi di Indonesia, khususnya Jawa Timur, semakin meningkat.

”Dengan membaca, hidup dapat berkualitas. Membaca adalah jembatan agar hidup lebih baik. Kita terus berusaha mendorong minat baca masyarakat itu. Masih banyak yang harus kita kerjakan. Belum semua masyarakat peduli (pentingnya membaca, Red),” tambahnya.

Selain itu, Gus Ipul berharap penerbitan buku di Indonesia kian meningkat. Berdasar data, jumlah buku yang diterbitkan di Indonesia hanya berada dalam angka 30 ribu judul buku per tahun. Sementara itu, negara-negara lain di Asia mencapai lebih dari 60–200 ribu judul buku.

”Minat baca juga bergantung pada kesediaan buku. Semakin beragam buku yang beredar, keinginan baca akan kian tinggi,” imbuhnya.

Dua pembicara, yaitu Vegasari Yuniati dan Ivana Kurniawati, bercerita banyak seputar keasyikan mereka bergelut dalam dunia literasi. Dalam meningkatkan minat baca anak, Ivana, pegiat literasi di C2O Library & Collabtive Surabaya, menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pemupuk minat anak dalam membaca buku.

”Kenalkan anak ke buku dulu, bukan ke gadget. Ini sekaligus menekan ketergantungan anak terhadap gadget,” tegas Ivana.

Seusai membuka Airlangga Book Sale, Gus Ipul mendatangi stan-stan buku di depan Kantor Manajemen UNAIR. Buku-buku yang dijual dipatok dengan harga 5–30 ribu saja. Bazar buku itu akan berlangsung sejak hari ini (6/11) hingga Sabtu (11/11). (PIH UNAIR)