Salah satu sumber pemanasan global adalah dari emisi CO2 kendaraan bermotor yang mengkonsumsi bahan bakar fosil. Untuk itu Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada Mitsubishi Motor Corporation (MMC) dan PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia atas kerjasama dalam rangka studi bersama dan sosialisasi penggunaan mobil listrik di Indonesia, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto pada acara Serah Terima Mobil Listrik Mitsubishi dalam rangka Studi Bersama dan Sosialisasi Kendaraan Listrik di Indonesia, di Jakarta (26/02).

Pada serah terima ini, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) menyerahkan 10 kendaraan listrik kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung program LCEV. Kesepuluh mobil tersebut terdiri dari delapan unit Mitsubishi Outlander PHEV (model SUV plug-in hybrid) dan dua unit Mitsubishi i-MiEV.

Kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah Indonesia dalam mengurangi pemanasan global, seiring dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen secara mandiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo pada COP21 di Paris, Desember 2015.

Airlangga berharap, kerjasama ini menjadi sebuah langkah positif dalam mempercepat pengembangan teknologi industri otomotif nasional yang ramah lingkungan dengan emisi karbon rendah.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh CEO MMC Osamu Masuko kepada Menteri Airlangga, selanjutnya Menperin akan menyerahkan secara simbolis kepada masing-masing Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Ristekdikti yang mewakili, Kapolri serta Sekretaris Utama BPPT yang mewakili Kepala BPPT.

Osamu mengungkapkan, bahwa studi bersama ini merupakan langkah untuk mendukung transisi Indonesia ke era industri kendaraan bermotor emisi rendah karbon.

Sekretaris Utama BPPT Wimpie Agoeng Noegroho disela acara tersebut mengatakan, semoga perkembangan mobil listrik di Indonesia dapat berkembang lebih baik.

Wimpie berharap, harga mobil listrik ini nantinya dapat bersaing, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dan menggunakan mobil listrik. BPPT siap mendukung dari sisi teknologi untuk program mobil listrik ini, tutup Wimpie.

Diharapkan kerjasama ini mampu mewujudkan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan industri otomotif dalam negeri sehingga mampu memproduksi kendaraan ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun global. (Humas/HMP)