Makassar – Indonesia merupakan produsen rumput laut terbesar di dunia, tetapi sebagian besar diekspor dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan hasil rumput laut untuk menghasilkan cangkang kapsul merupakan salah satu upaya agar semakin banyak hasil rumput laut yang diolah di dalam negeri.

Pada Pameran Ritech Expo tahun 2017, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Pusat Teknologi Agroindustri (BPPT-PTA) telah mengembangkan teknologi proses produksi cangkang kapsul dari bahan rumput laut yang diformulasikan dari bahan baku utama karagenan sebagai hasil olahan rumput laut.

Menurut Ida Royanti, Engineer Pusat Teknologi Agroindustri BPPT mengatakan, selain mengurangi ketergantungan impor gelatin, cangkang kapsul ini juga dapat memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan produk ini lebih terjamin halal serta dapat mengisi pasar konsumen vegetarian dalam dan luar negeri yang lebih tinggi nilai ekonominya.

“Formulasi kapsul berbahan baku rumput laut merupakan hasil inovasi yang berperan dalam diversifikasi produk industri kapsul. Setelah sukses pada prototipe pertama, kedepannya Kami juga akan bekerjasama dengan PT Kapsulindo Nusantara untuk pendistribusian kapsul rumput laut tersebut lebih lanjut,” ucap Ida disela-sela pameran Ritech Expo 2017 di Gedung Wisma Negara, CPI Makassar, Minggu (13/8).

Ida Royanti menambahkan, dirinya sedang menggarap uji coba prototipe kedua yang merupakan cangkang kapsul dengan menggunakan sedikit gelatin, untuk mengantisipasi harga gelatin yang tinggi karena penguatan mata uang asing. (KIS/TJS/WD)