Staf Ahli Menristekdikti : “Wirausaha Indonesia Siap Tantang Ekonomi Global”

 

Setelah Malang, tahun in Politaknik Negeri Pontianak berkesempatan menjadi tuan rumah acara Expo Kewirausahaan (KMI) VIII. Kegiatan yang digelar sejak 22 sampai 26 November dengan jumlah peserta 97 perguruan tinggi ditambah dengan 6 perguruan tinggi non dlegasi yang turut meramaikan kegiatan nasional ini. Tema yang diusung pada Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia VIII di Politeknik Negeri Pontianak “Keberagaman Indonesia Sebagai Kekuatan Wirausaha Mahasiswa Dalam Ekonomi Global, Power and Harmony, diharapkan dapat menjadi panggung untuk menampilkan kreativitas wirausaha mahasiswa Indonesia serta menjadi forum bagi pengusaha muda perguruan tinggi untuk dapat membangun kerjasama dan jaringan dengan berbagai pengusaha lain di seluruh Indonesia.

Perguruan tinggi pintar dalam ilmu, tetapi kurang beruntung dalam menjual. Karenanya, perguruan tinggi perlu menggandeng lembaga lain, salah satunya himpunan pengusaha muda Indonesia (Hipmi). Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) dan perguruan tinggi memiliki paket-paket yang mendorong mahasiswa menjadi wirausaha berbasis teknologi dan hasil pendidikan di perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikan, Ir Hari Purwanto MSc DIC, staf Ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur, saat membuka Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) VIII di Politeknik Negeri Pontianak, Kamis, 23 November 2017. Pembukaan ditandai penekanan sirine oleh Hari bersama Ir HM Toasin Asha MSi, Direktur Polnep. “Even ini sangat strategis, tidak hanya bagi perguruan tinggi tetapi juga Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM rasio jumlah wirausaha dibandingkan jumlah penduduk sudah 3,1 persen pada tahun ini. Walau sudah meningkat, perlu dilihat seberapa besar kontribusinya pada pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2014 tercatat jumlah wirausaha hanya sebanyak 1,5% jumlah penduduk. Lebih lanjut ditegaskannya bahwa Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendorong wirausaha berbasis teknoloi dan pendidikan yang selama ini menjadi tugas dari Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) melalui program-program kewirausahaan yang puncaknya digelar dalam Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia.

Tugas perguruan tinggi selain mengelola bidang pendidikan tinggi, namun juga berperan menumbuhkan perekonomian dan menambah nilai kemasyarakatan. Semoga Expo ini sukses, baik dalam penyelenggaraan, pertanggungjawaban, sehingga tindak lanjut kerjasamanya, ujar.

“Pada 2035, Indonesia diramalkan akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 setelah China, India, dan Amerika. Menurut, Presiden Joko Widodo, pada 2030, Indonesia di nomor 7, artinya perlu lompatan untuk jadi ke-4 dari 2030 ke 2035,” katanya. “Untuk capai ini, kita perlu ciptakan wirausaha kuat. Ini satu-satunya, bagimana kita memilih positioning perekonomian dunia yang penuh keterbukaan dan inovasi distruptif, ujarnya mengakhiri sambutan.

Sementara itu, sebagai tuan rumah, Toasin Asha menyampaikan, Polnep aktif dan konsisten dalam pengembangan dan peningkatan ilmu dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa. “Expo ini sangat positif membangun jiwa dan keterampilan kewirausahaan mahasiswa dan generasi muda. Kami harap hasil dari kegiatan ini dapat mendukung pemerintah membangun perekonomian nasional, dengan terbukanya banyak lapangan kerja baru dan mengurangi secara signifikan jumlah pengangguran,” ujarnya.

Kehadiran 97 perguruan tinggi dengan 296 mahasiswa dari seluruh Indonesia merupakan reprentasi keberagaman Indonesia. Ia berharap, expo dapat menjalin hubungan baik antar mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah, budaya, suku, agama, dan bahasa. “Sehingga kita akan selalu harmoni dan kuat dalam keberagaman, serta akan memperkokoh kekuatan wirausaha mahasiswa menghadapi persaingan global, dan turut memperkokoh keutuhan NKRI,” pungkasnya.

(Erwandi – Pranata Humas Muda)