UNAIR NEWS – Harian Kompas dan Universitas Airlangga menandatangani nota kesepahaman untuk memberikan layanan informasi berkualitas bagi sivitas Akademika. Acara ini diselenggarakan di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus C UNAIR, Surabaya, Jumat (23/2).

Penandatanganan nota kesepahaman yang dilaksanakan Kompas dan UNAIR ini nantinya melingkupi kerja sama penyediaan layanan Kompas.id via IP Based di area wifi kampus selama jangka waktu 3 (tiga) bulan. Sehingga, komunitas akademis yang terhubung dengan WiFi kampus UNAIR akan mendapatkan layanan bebas akses semua konten Kompas.id tanpa biaya berlangganan lagi.

Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA., mengungkapkan, kerjasama UNAIR dengan Harian Kompas saling memberi manfaat. Warga kampus akan memperoleh berita yang kredibel. Sedangkan Kompas menerima pemikiran dari akademisi UNAIR.

“Semua kajian di Kompas bisa diakses. Ini untuk kebutuhan semua sivitas dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Agar, para mahasiswa memperoleh pendidikan terbaik,” ujar Rektor UNAIR.

Sejalan dengan berkembangnya industri teknologi informasi dan komunikasi, aspek konten berkualitas memegang peranan penting, aspek layanan memegang peranan penting bagi maskapai dalam mempertahankan loyalitas pengguna jasa. Untuk itu, UNAIR secara berkelanjutan terus mengedepankan sikap kritis dalam menyikapi tsunami informasi yang beredar di masyarakat dengan melakukan transfer pengetahuan kepada mahasiswa sebagai agen perubahan.

Kerjasama Harian Kompas dan Universitas Airlangga akan menjadi langkah bersama dalam menyambut era masyarakat digital. Lebih dari itu, kerjasama ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk senantiasa memberikan layanan sempurna bagi Indonesia.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo mengungkapkan, di tahun 2017, Harian Kompas melahirkan inovasi berupa platform digital bernama Kompas.id. Kehadiran Kompas.id ini merupakan respon dari Harian Kompas terhadap perkembangan teknologi yang kian berkembang. Melalui platform digital berbayar inilah Harian Kompas menyajikan informasi dan berita berkualitas khas Harian Kompas dalam format digital.

Platform baru ini memungkinkan para pembaca dan civitas academica Univesitas Airlangga mendapatkan laporan yang berkedalaman khas Harian Kompas, foto yang lebih kaya dan hasil riset di mana saja dan kapan saja.

“Hadirnya Kompas.id sebagai sebuah platform yang dinamis ini diharapkan dapat melengkapi kehadiran Harian Kompas di masyarakat”, papar Budiman.

Tidak hanya itu, Kompas.id pun memiliki berbagai fitur andalan yang menarik untuk diikuti. Di antaranya ialah Reportase Langsung, Riset, Di Balik Berita, dan Tutur Visual. Ke empat fitur ini hadir dengan keunggulan dan keunikan masing-masing.

Misalnya, fitur Reportase Langsung yang memungkinkan pembaca memantau detik demi detik sebuah kejadian yang dilaporkan eksklusif dari tempat kejadian oleh pewarta Harian Kompas. Laporan tersebut juga kerap dilengkapi oleh riset dan arsip-arsip pendukung, sehingga Reportase Langsung tersebut menjadi lebih komprehensif dan penting untuk diikuti.

Lain dengan Reportase Langsung yang bersifat hard news, fitur Di Balik Berita menyuguhkan berita-berita menarik seputar sepak terjang jurnalis dan pewarta foto dalam mengabarkan informasi khas Harian Kompas. Fitur andalan Kompas.id lainnya Riset, yang merupakan rubrik berisi artikel-artikel dengan pendekatan jurnalistik presisi yang didisain dari hasil penelitian atau kajian untuk mengungkap fenomena sosial ekonomi yang sedang mengemuka atau menjadi isu pemberitaan. Fitur ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kaum akademisi, juga setiap pengambil keputusan dan pemangku kebijakan.

Pada fitur Tutur Visual, pembaca akan disuguhi paparan sebuah persoalan secara mendalam dengan pendekatan multimedia (dilengkapi foto, video, infografik, dan elemen multimedia lainnya). Fitur ini membantu pembaca untuk memahami sebuah persoalan dengan lebih komprehensif. Selain menyuguhkan informasi khas Harian Kompas dalam platform digital, Kompas.id juga menyajikan fitur e-commerce, Gerai Kompas. Di sini, pengunjung Kompas.id dapat membeli paket berlangganan, merchandise hingga membeli tiket masuk beberapa event yang diorganisir oleh Harian Kompas maupun partner penyelenggara.

Sementara itu, Ketua Pusat Informasi dan Humas UNAIR Dr. Suko Widodo, M.Si mengungkapkan, langkah bersinergi bersama Kompas ini merupakan wujud komitmen UNAIR sebagai lembaga pendidikan tinggi untuk melawan berita-berita hoaks yang beredar dengan menghadirkan layanan informasi berkualitas melalui layanan informasi Kompas.id.

“Berita yang sesat membuat jalan hidup juga sesat. UNAIR sebagai lembaga pencari kebenaran secara ilmiah, berkewajiban untuk menyikapi fenomena jumlah hoax yang massif ini,” ujar Suko.

Akibat perkembangan sarana teknologi informasi komunikasi, lanjut Suko, publik susah membedakan berita yang presisi benar dan yang hoax. Sebab itu, talkshow “Hoax VS Jurnalisme Presisi” yang berlangsung Sabtu (24/2) menjadi penting untuk mentransfer pengetahuan kepada mahasiswa.

“Mahasiswa sebagai akademisi dan intelektual harus dibekali pengetahuan untuk membaca berita maupun peristiwa dengan setepat-tepatnya. Dengan cara itu kita bisa meminimalisis peredaran pendapat yang sesat,” kata Suko. “Agar mahasiswa bisa membedakan, tidak menjadi korban sekaligus penyebar hoax,” tambahnya. (PIH UNAIR)