Jakarta – Kemristekdikti bekerjasama dengan EP Nuffic Netherland Education Support Office (Nuffic NESO) Indonesia mengadakan seminar “Indonesia – Netherlands Collaboration in Education, Research, and Innovation : Investing in a Joint Future” di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis, Jakarta (21/4).

Seminar ini merupakan kelanjutan dari seminar yang diadakan pada 9 Desember 2015 di New Babylon Meeting Center, The Hague. Seminar ini mengangkat 3 topik utama yakn: Student Mobillity as a Tool for Internationalization, Research Policies and Research Funding, dan Economic Collaboration, Innovation, and Training. Diharapkan dengan seminar ini dapat mendorong kerjasama antara Indonesia dengan Belanda terutama mengingat akan hubungan Indonesia dengan Belanda yang sudah terjalin lama terutamanya dalam bidang riset dan teknologi.

Didalam kegiatan seminar terdapat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara LPDP dengan Nuffic NESO dalam kerjasama pendidikan tinggi yang meliputi kerjasama beasiswa dan pertukaran pelajar yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah pertukaran pelajar serta dapat menyatukan program-program beasiswa yang dimiliki antar LPDP dengan EP Nuffic NESO. Nantinya akan ada MoU payung antar pemerintah Indonesia dengan Belanda semasa kunjungan Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“MoU antar pemerintah dalam kerjasama riset dan pendidikan tinggi akan ditandatangani besok (22/4) di Belanda dan disaksikan langsung oleh Presiden, dan seminar hari ini di Jakarta menunjukan bahwa pendidikan tinggi dan riset merupakan ketertarikan bersama dimana terdapat banyak peluang baik di Indonesia dan Belanda untuk menciptakan sinergi pada program-program beasiswa dan riset,” ujar Sekretaris Jenderal Kemristekdikti Ainun Na’im

Kedepannya hasil seminar ini diharapkan dapat menciptakan sebuah langkah konkret dalam implementasi kerjasama internasional antar negara terutamanya bidang-bidang keahlian kedua Negara serta meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Belanda. Terutamanya dikarenakan belanda memiliki kesamaan dalam bidang-bidang fokus riset yang meliputi, pengembangan maritim, kesehatan dan obat-obatan, pertahanan negara, infrastruktur dan transportasi, advanced materials, renewable energy, dan ICT.

Sangkot Marzuki, ketua dari Akedemi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) juga menekankan bahwa warisan bersama yang dimiliki oleh Indonesia dan Belanda merupakan titik awal dalam rangka meningkatkan kerjasama serta kolaborasi dalam bidang riset dikarenakan untuk institusi-institusi pendidikan Indonesia mengakui bahwa, Belanda mampu menawarkan pendidikan serta riset berkelas dunia dan sudah memiliki pemahaman yang cukup mendalam mengenai Indonesia. (mf/bkkp)

Galeri