Enny Sampurno, Vice President Customer Development PT. Unilever Indonesia Tbk berkesempatan memberikan motivasi kepada mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam Inspiring Unileader 2018 di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor (7/9). Untuk menghadapi era desrupsi ini, Enny memaparkan Unleash Your Potensial: DNA to Success.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Himpunan Profesi, Center of Management Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT. Unilever Tbk. Center of  Management setiap tahun menggelar kegiatan serupa dan bertujuan agar mahasiswa IPB mengenal minat dan bakatnya. Dalam kesempatan ini PT. Unilever membuka kesempatan magang bagi mahasiswa yang hadir dan bisa langsung memberikan CV pada acara ini.

Ketua Departemen Manajemen IPB, Dr.  Wita Juwita Ermawati, STP, MM berharap narasumber dapat memberikan pengalaman serta tips-tipsnya dalam dunia usaha kepada mahasiswa IPB. Selain itu, kegiatan ini merupakan kesempatan yang baik kepada mahasiswa IPB untuk mendapatkan motivasi langsung dari pimpinan PT. Unilever sehingga jangan disia-siakan.

“Dari judul pun sudah terlihat memotivasi. Banyak pengetahuan dan wawasan yang akan didapatkan oleh mahasiswa. Apakah benar setiap dari kita punya DNA kesuksesan. Sehingga yang hadir hari ini mampu mengoptimalkan potensi yang ada pada diri kita. Hidup di jaman sekarang perlu trik dan strategi. Bagaimana kita mengoptimalkan DNA-DNA sukses dan energi untuk menyiapkan kesuksesan itu,” ucapnya.

Di hadapan mahasiswa IPB, Enny memulai dengan kisah masa kecilnya yang tinggal di kota Rembang dan selalu memimpikan untuk bekerja di gedung pencakar langit. Menurutnya, semua orang harus punya mimpi. “Keep dreaming some how, its happen. Saat ini dunia berubah sangat cepat, ada disruption dimana-mana. Dulu melihat berita hanya di televisi. Sekarang peristiwa di belahan dunia manapun akan dengan cepat kita dapat. Dunia sudah sangat terbuka, informasi  tersedia buat siapa saja dan kapan saja,” ujarnya.

Demikian juga pekerjaan-pekerjaan teknis yang saat ini sudah mulai diambil alih oleh robot. Manusia harus punya kemampuan lebih dan teknik lain. Over more technical skill. Namun di sisi lain, dalam era teknologi ini, ada  kesempatan baru. Kesempatan untuk bisa bersaing dengan digital technology dimana saja siapa saja bisa membuat produk. Ini trap but also opportunity.

“Next century, orang sukses bukan karena sekolah namun orang yang mau belajar hal baru. Learn new thing. Kalian harus berada pada beyond your technical skill dan inner game. Key of success antara lain adalah talent catalys. Kunci sukses dunia usaha adalah bagaimana bisa menjadi talent catalyst. Kita harus bekerja sama dengan orang lain dan dengan orang yang berbeda. Welcome to any differences. Jangan pernah pelit berbagi ilmu. Kemampuan  teknik bisa di pelajari. Jangan pinter sendiri. Skill bisa dipelajari,” ujar ibu dari dua anak ini.

Menurutnya, kita harus consumer love. Put consumer at heart. Jika memiliki ide dalam bekerja atau wirausaha, kita harus tahu siapa yang akan kita serve. Gojek sangat sukses karena mampu menjawab kebutuhan konsumen. Konsumen butuh transportasi yang cepat terpercaya.

“Selain itu adalah passion for high performance. Bayangkan jika tempat bekerja itu merupakan perusahaan sendiri.  Owner mindset. Nah pasti yang diinginkan adalah perubahan-perubahan untuk maju. Sementara itu, inner games merupakan hal lain yang sangat penting untuk kualitas diri sendiri, purpose and service. Works from purpose for the good of others. Gaji, uang dan jabatan tidak akan cukup menjadi rewarding. Akan sangat melelahkan jika kita hanya berpatok pada promosi dan uang. Kita harus mencari kesenangan yang sustainable,” ucapnya.

Kunci lainnya adalah personal mastery, always brings the best self. Well being resilience menjaga keseimbangan antara kesejahteraan dan kesehatan. Dan open terhadap perubahan, mau belajar hal baru serta mau bereksperimen. “Itu adalah key DNA jaman now,” ujarnya.

Dalam acara ini juga diumumkan pemenang Fotocontest berupa upload foto di instagram tentang penggunaan produk unilever. Pemenangnya adalah Sulthanazdi dan Hary dari Departemen Manajemen serta Kania dari Fakultas Kehutanan IPB.

Selain Enny, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lainnya yakni Shopper Marketing Manager PT. Unilever Indonesia Tbk, Yogie Santoso. Yogie merupakan alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB tahun 2005. Yogie memberikan sharing pengalamannya sejak lulus kuliah hingga bergabung dengan Unilever.(dh/Zul)