JOGJAKARTA – Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan rawan bencana alam termasuk  gempa bumi. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir bencana gempa  melanda sejumlah daerah di tanah air yang merenggut banyak korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Kondisi tersebut mendorong tiga mahasiswa program D3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM mengembangkan sebuah teknologi yang dapat menekan kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi. Yosi Kristiana, Siti Zuliana, Miftahussurur Rosyadi  dibawah bimbingan Dr. Devi Oktaviana Latif, S.T., M.Eng, melalui Program Kerativitas Mahasiswa (PKM) mengembangkan fondasi spring damper.

Yosi menjelaskan fondasi spring damper ini merupakan fondasi mesin sederhana yang dilengkapi dengan pegas.  Alat ini nantinya berfungsi untuk meredam goncangan akibat getaran gempa bumi yang menimpa bangunan.

“Fondasi spring damper ini diperuntukkan untuk bangunan sederhana yang terbuat dari baja ringan,” terangnya, Kamis (11/7) di Kampus UGM.

Fondasi dirancang menggunakan bahan sederhana dengan harga yang murah. Dengan begitu diharapkan mudah diterapkan di masyarakat. Namun, penggunaan material yang sederhana bukan berarti kekuatan fondasi menjadi sederhana.

“Kami telah menganalisis untuk kekuatan dari desain tersebut, sehingga dapat diterapkan di masyarakat.  Namun untuk kesempurnaan fondasi tersebut perlu adanya analisis dan pertimbangan material lebih dalam kembali,” katanya. 

sumber : https://ugm.ac.id/id/berita/18081-kurangi-risiko-kerusakan-bangunan-akibat-gempa-dengan-fondasi-spring-dumper

Please follow and like us:
27