Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali membuktikan eksistensinya di bidang desain animasi. Adalah Ajeng Farihah Aulia Zein, Mahasiswi Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) yang mendapatkan peringkat ketiga pada kompetisi Animation Festival (Anifest) 2018, Jumat (31/8) lalu. Mobile game yang diusung Ajeng, sapaan akrabnya, diakuinya terinspirasi dari cerita rakyat Timun Mas.

Anifest merupakan gelaran milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur sebagai ajang apresiasi karya kreatif di bidang animasi. Untuk tingkat mahasiswa, jelas Ajeng, ada beberapa kategori yang disediakan oleh Anifest antara lain Animasi Pendek, Iklan atau Teaser, Mobile Game Edukatif, Mobile Game Tema Tradisional, dan Mobile Apps Market Place. “Kebetulan saya sendiri memilih Mobile Game tema tradisional dengan mengangkat cerita Timun Mas,” ujar mahasiswi asal Kota Bekasi ini. 

Ditanya perihal alasan pembuatan mobile game, Ajeng membeberkan jika mobile game Timun Mas tersebut merupakan hasil tugas kuliahnya. “Tugas kuliah saya memang membuat game yang mensyaratkan dapat mengedukasi dan terdapat unsur nusantara. Mengapa Timun Mas? Karena merupakan cerita tradisional yang saya suka,” tutur Ajeng bersemangat.

Jenis mobile game bikinan Ajeng ini merupakan permainan puzzle drag and drop (tahan dan lepas, red). Tugas pemain adalah membantu Timun Mas untuk lari dari Buto Ijo dengan menyusun puzzle-puzzle tersebut menjadi jalan sehingga Timun Mas bisa selamat. “Untuk memperjelas permainannya, saya memberikan cerita singkat Timun Mas di bagian awal dan akhir permainan,” ungkapnya.

Diakui Ajeng, mobile game find a way (menemukan jalan, red) dengan sistem drag and drop memang belum ada yang menyangkut tema tradisional. Biasanya mobile game sejenis memakai karakter-karakter terkenal dari studio luar negeri. Kalau mobile game ini, lanjut Ajeng, sifatnya tradisional namun karakter-karakternya tetap dibuat lucu. “Kita buat mudah karena sasaran kita adalah anak-anak. Agar cerita rakyatnya juga tidak dilupakan,” jelas Ajeng.

Di akhir wawancara dengan ITS Online, Ajeng berpesan, mahasiswa harus percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. “Ikut saja dengan berbagai macam kompetisi. Menang atau kalah itu adalah urusan nanti. Yang penting pengalaman yang didapat,” pungkasnya. (id/owi)

 

Chairul
Humas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – Surabaya