Aplikasi dari teknologi modofikasi cuaca ini sangat luas bukan hanya untuk mitigasi kebakaran hutan dan lahan tetapi dapat juga digunakan untuk mendukung pembangunan secara berkelanjutan, dengan mengutamakan hujan buatan itu untuk mengisi waduk guna membuat tanah subur dan untuk memperbaiki kualitas udara,  demikian kata Deputi Bidang TPSA BPPT Hammam Riza di sela acara kunjungan delegasi Droplet Measurement Technologies di Puspiptek Serpong (20/09).

Lanjut Hammam, jadi ini kesempatan kita apa yang berkembang secara luas dibidang modifikasi cuaca melalui inovasi-inovasi yang dilaksanakan oleh berbagai industri teknologi modofikasi cuaca.

Hammam berharap para peneliti dan perekayasa di BBTMC terbuka wawasannya untuk bisa mengembangkan teknologi ini baik melalui reverse engineering, alih teknologi, sehingga kita dapat menggunakan dan memanfaatkan modifikasi cuaca ini dalam berbagai aspek pembangunan nasional.

Ini yang harus juga kita sampaikan kepada seluruh mitra-mitra ataupun pengguna teknologi yang diberikan oleh BPPT sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai lembaga kaji terap teknologi.

Sementara Kepala Sub Bidang Instrumentasi dan Bahan Semai BBTMC BPPT Khrisna Aditya menjelaskan tentang kunjungan tersebut bahwa kami ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana mengukur dan mengkuantifikasi parameter-parameter atmosfer misalkan droplet air hujan terutama untuk kepentingan evaluasi hujan buatan.

Mereka menggunakan bahan semai berukuran 2-5 mikron kami ingin mengetahui bagaimana mereka bisa mereduksi sampai ukuran tersebut dan bagaimana mereka mengunakan di kegiatannya, ujar Khrisna. (Humas/HMP)

sumber: https://www.bppt.go.id/teknologi-sumberdaya-alam-dan-kebencanaan/3291-teknologi-modifikasi-cuaca-untuk-pembangunan-nasional