Setelah berhasil menjuarai ajang festival nasional pada 2018 silam, kini tim reyog Universitas Brawijaya kembali mencuri perhatian masyarakat internasional. Mereka mendapatkan kepercayaan untuk tampil di acara International Tourism Fairs of Madagaskar (ITFM) pada 13-16 Juni mendatang. Tim reyog UB nantinya berkesempatan untuk pentas di pusat konferensi internasional Ivato (CCI Ivato), Antananarivo, Madagaskar. Tim reyog UB diberangkatkan setelah mendapat undangan resmi dari KBRI Antananarivo untuk tampil dalam festival tersebut. Kegiatan ITFM sendiri merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Republik Madagaskar.

Tim reyog UB dilepas ke Madagaskar oleh Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS beserta jajaran Wakil Rektor, Senin (10/6). Dalam sambutannya Prof Nuhfil berpesan agar reyog UB dapat membawa citra UB dan Indonesia di mata internasional “Keberangkatan reyog UB ke Madagaskar ini bukan hanya mewakili UB tapi mewakili pemerintah Indonesia. Harapannya bisa membawa citra yang baik bagi UB dan Indonesia, khususnya bagi pendidikan serta kebudayaannya. Saat ini reyog UB telah dikenal dimana-mana, bahkan sudah go internasional. Sudah tentu jika kesempatan ini tidak boleh dilewatkan agar kita dapat memperkenalkan reyog Ponorogo kepada dunia internasional,” ungkapnya. 

Tim reyog UB terdiri dari 9 mahasiswa, 2 dosen pendamping, Ketua PUI dan WR3 UB. Selain itu juga didukung dengan tim dari Pemkab Ponorogo terdiri 1 orang pembina dan 4 orang pengrawit reyog. Ini merupakan wujud kontribusi UB sebagai perguruan tinggi yang melestarikan budaya khususnya seni reyog. Menurut Dr Denny W pembina reyog UB, ini merupakan langkah lanjutan untuk mengenalkan kesenian reyog ke kancah internasional. “Reyog Universitas Brawijaya telah dua kali menjadi Juara Umum dalam Festival Nasional Reyog Ponorogo dua tahun terakhir berturut-turut,” ujarnya.

Pada acara Dies Natalis 2017, UB juga pernah menampilkan penari-penari reyog dari mahasiswa asing UB salah satunya dari Madagaskar. Kedepan, Reyog UB diharapkan menjadi salah satu aset budaya yang dapat berkembang hingga ke luar negeri, tidak hanya sebagai duta seni, namun juga mampu meningkatkan daya tarik mahasiswa asing maupun wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia, mempelajari serta turut berpartisipasi ke dalam budaya reyog. [humas ub]

Sumber berita :
https://prasetya.ub.ac.id/berita/Tim-Reyog-UB-Siap-Meriahkan-Internasional-Tourist-Festival-di-Madagaskar-22870-id.html