Kolagen merupakan protein struktural ekstraseluler yang berperan dalam pembentukan struktur jaringan ikat dan terdiri dari kolagen Tipe A dan Tipe B. Tipe kolagen tersebut berkaitan erat dengan suhu lingkungan sumber kolagen hewan.

Terkait hal ini, sejumlah peneliti dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang efektivitas alkali dan asam terhadap mutu kolagen dari kulit ikan patin. Mereka adalah Hilda Lu’lu’in Nanda Alfira Devi, Pipih Suptijah dan Mala Nurilmala.

Menurut Hilda, sumber kolagen alternatif yang diperlukan untuk menggantikan kolagen dari mamalia adalah kulit ikan. Hal ini dikarenakan munculnya kasus penyakit Bovine Spongiform Encephalophaty, Transmissible Spongiform Disease serta penyakit mulut dan kuku pada sapi. Permasalahan lain juga muncul dalam pandangan agama. Kolagen dari sapi dan kolagen dari babi dilarang bagi pemeluk agama Hindu dan pemeluk agama Islam.

Ia mengatakan, ikan patin merupakan salah satu ikan air tawar yang potensial di Indonesia. Produksi ikan patin di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun. Peningkatan tersebut diikuti dengan peningkatan industri filet ikan patin. Penelitian tentang kolagen ikan air tawar dari perairan tropis Indonesia khususnya ikan patin diperlukan untuk pengembangan potensi ikan patin sekaligus implementasi zero waste.

Ia menjelaskan, metode ekstraksi kolagen yang umum digunakan adalah metode asam atau enzimatik menggunakan pepsin. Proses praperlakuan merupakan proses yang sangat berpengaruh terhadap kemurnian kolagen. Setiap jenis ikan memiliki komposisi protein yang berbeda tergantung dari habitatnya. Hal tersebut menyebabkan setiap ikan memiliki kondisi optimal praperlakuan dan hidrolisis yang berbeda-beda.

Ia juga menambahkan, protein non kolagen dihilangkan secara maksimum setelah kulit direndam menggunakan NaOH 0,05 M selama empat jam. Kulit mengalami pengembangan maksimum setelah  direndam  dalam larutan NaOH 0,05 M selama satu jam. Kolagen kulit ikan patin yang dihasilkan memiliki rendemen 17,272 persen.

Hasil ekstrak kolagen dari kulit ikan patin teridentifikasi sebagai kolagen tipe I melalui analisis gugus fungsi dan elektroforesis. Kolagen dari kulit ikan patin memiliki struktur rantai ?1 dan ?2 dengan berat molekul rantai ? yaitu 94 dan 98 kDa serta rantai ? yaitu 204 kDa.(AT/NM)

CP : Hilda L. N. A. Devi : hildaluluin@gmail.com