Kayu terpadatkan (compressed wood/CW) adalah produk yang dihasilkan dengan cara memadatkan kayu menggunakan mesin kempa. Selain suhu dan lama pemadatan, keberhasilan proses tersebut sangat dipengaruhi oleh pra-perlakuan yang diterapkan sebelum kayu dikempa.

Penelitian tentang pengaruh pra-perlakuan terhadap mutu CW yang dihasilkan masih sangat terbatas apalagi terhadap kayu-kayu hutan tanaman Indonesia. Oleh karena itu peneliti dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) yaitu Imam Wahyudi dan Trisna Priadi beserta Futoshi Ishiguri dari Fakultas Pertanian Utsunomiya University, Japan melakukan penelitian terkait pengembangan teknik peningkatan mutu untuk menghasilkan kayu terpadatkan terbaik dari jenis kayu hutan tanaman Indonesia.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pra-perlakuan terhadap sifat-sifat CW yang dihasilkan.Tiga jenis kayu hutan tanamannya yaitu jabon (Anthocephalus cadamba), sengon (Falcataria moluccana), dan jati (Tectona grandis) cepat tumbuh digunakan sebagai sampel.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pra-perlakuan dengan cara mengawetkan kayu dalam larutan boron merupakan metode yang terbaik, dibandingkan pra-perlakuan lainnya. Perebusan dalam minyak goreng sangat tidak dianjurkan karena kayu menjadi berminyak sehingga sulit di-finishing. Begitu pula pra-perlakuan berupa pengeringan langsung dalam oven karena berakibat permukaan kayu menjadi retak dan pecah. Secara umum kayu terpadatkan akan lebih kuat, lebih stabil dan lebih awet dibandingkan dengan kayu kontrolnya.(IR/Zul)