(Serpong, 28/02/2018). Setelah diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kala pada 15 November 2017, fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) siap melayani pelanggan untuk melakukan pengawetan makanan dan sterilisasi peralatan medis. Teknologi ini akan memberikan nilai tambah, khususnya pada bahan maupun produk pangan karena menjadi lebih steril dan tahan lama tanpa meninggalkan residu bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Hal ini disampaikan Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) Kab. Bogor dan Kota Tangerang Selatan dalam Sosialisasi IGMP di Gd. Grha Widya Bakti Puspiptek Serpong, Rabu (28/02).

“Pengawetan dan sterilisasi produk dengan teknologi iradiator ini memberikan nilai lebih, karena aman, efisien dan murah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan penggunaan nuklir selama kita mengikuti aturan penggunaannya,” kata Djarot. “Faisilitas IGMP menggunakan nama Merah Putih karena fasilitas ini dibangun oleh anak bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Untuk mendukung pelaku UMKM di Kab. Bogor dan Kota Tangerang Selatan, BATAN membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pelaku UMKM di Kab. Bogor dan Kota Tangerang Selatan mengenal lebih dekat IGMP dan mencoba melakukan pengawetan produknya menggunakan IGMP. Dengan demikian masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat teknologi nuklir, khususnya dalam hal pengawetan makanan dan sterilisasi peralatan medis sehingga dapat meningkatkan usahanya.

Dalam kesempatan kunjungan ke fasilitas IGMP dan tanya jawab, terlihat para peserta sosialisasi yang sebagian besar usahanya di bidang produk makanan sepeti kue, bakso, bahan jamu dan lain-lain sangat antusias bertanya dan mengajukan permohonan agar bisa segera mencoba menggunakan IGMP untuk mengawetkan produknya. Selama ini mereka mengalami kendala dalam hal keawetan makanan ketika ingin mengembangkan usahanya ke luar daerah atau ke luar negeri karena butuh waktu yang lebih lama dalam proses pengirimannya sehingga butuh produk yang lebih awet dan tahan lama. Dengan adanya informasi teknologi iradiator ini mereka mempunyai harapan yang besar memperoleh solusi atas kendala tersebut.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Sri Setiawati mengatakan bahwa perlu dilakukan promosi yang sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk lebih memperkenalkan teknologi nuklir, khususnya tentang pemanfaatan IGMP. “Bagaimana kita mempromosikan kepada masyarakat, khususnya kepada pelaku UMKM, secara terus menerus, berkelanjutan dan tidak boleh berhenti, karena penting untuk mereka supaya produknya bisa tahan lama,” kata Sri Setiawati.

Kegiatan sosialisasi IGMP ini diselenggarakan dalam rangkaian acara “Kick-off Inkubasi Bisnis Teknologi 2018, Sosialisasi Iradiator Gamma Merah Putih dan Launching Ekspor Perdana Produk Tenan Technology Business Incubation Center (TBIC) – Puspiptek” yang diselenggarakan oleh Puspiptek dengan mengundang sekitar 300 pelaku UMKM di wilayah Bogor dan Tangerang Selatan. Kedua wilayah ini dipilih untuk mendapatkan sosialisasi lebih awal karena mereka yang berada paling dekat dengan fasilitas IGMP. (mirah)