Palembang – 70 Perwakilan operator PDDIKTI di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri hadir dalam Workshop dan Asistensi Pelaporan Data PDDikti Smester 2017-1. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, dan Kepala Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti Andika Fajar, di hotel Novotel Palembang, Kamis (19/07).

Dalam workshop dan asistensi ini terdapat evaluasi dan konsolidasi pelaporan data PDDIKTI yang bertujuan untuk membandingkan kondisi data sesungguhnya di perguruan tinggi apabila dibandingkan dengan data yang telah dilaporkan melalui aplikasi feeder. Dengan demikian, dapat diketahui sejauh mana perbedaan data yang belum dilaporkan oleh operator perguruan tinggi.

“Urusan data itu kalau kita sebut urusan yang kritis, Urusan data selalu menjadi permasalahan. Contoh saat kita membuka atau mencari data tentang perguruan tinggi, terdapat prodi yang kosong atau tidak up to date,” terang Sesjen Ainun.

Menurutnya, salah satu industri yang baik dalam menyimpan data adalah industri perbankan, dalam arti dalam menyimpan data dengan rapi dan dapat aplikasikan di sektor pendidikan. Data di sektor pendidikan tegsnya juga harus data yang valid, reliable, dan diantara data-data itu harus disimpan dengan baik, bahkan sampai pemilik data tersebut meninggal.

Ainun menuturkan PDDIKTI harus memfasilitasi data yang realtime, agar kita tahu data-data terupdate dimanapun dan kapanpun, salah satu contohnya adalah jumlah mahasiswa, dosen, hingga jumlah mahasiswa yang mengambil program studi, ruangan yang dimiliki dan utilisasi lab. “Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas sistem informasi database di perguruan tinggi,” kata Ainun.

Workshop yang dilakukan secara periodik ini untuk menyempurnakan atau memperbaiki secara terus menerus data atau sistem informasi kita. Kali ini para perwakilan perguruan tinggi akan melihat apa saja standar-standar pengelolaan data apa saja yang sudah dibuat oleh PDDIKTI dan kemudian akan di sosialisasikan kepada seluruh perguruan tinggi.

Sementara itu kepala Pusat Data dan Informasi Iptek Dikti Andika Fajar menyampaikan, PDDIKTI memiliki standar pengelolaan data, dan ditetapkan sebagai keputusan dari Sekretaris Jenderal. “Kita memiliki Permen 61 tahun 2016 terkait pangkalan data pendidikan tinggi dan didalamnya memberikan amanah untuk dibuat Surat Keputusan Sekretaris Jenderal terkait dengan standar pengelolaan pangkalan data pendidikan tinggi,” jelasnya.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi