DENPASAR – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, menyambut gembira atas penyelenggaraan Deklarasi Kebangsaan Gerakan Mahasiswa se-Bali karena pentingnya untuk meningkatan kesadaran akan wawasan kebangsaan bagi generasi muda yang tertanam dalam diri mahasiswa.

 

“Saya sangat bangga kepada mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Bali. Karena pada hari ini saya telah melihat pernyataan dan tekad yang bulat untuk membina dan memelihara kebangsaan Indonesia melalui deklarasi gerakan mahasiswa se-Bali dengan tema merajut kebangsaan,” ujar Nasir dalam sambutannya.

 

Deklarasi Kebangsaan Gerakan Mahasiswa Merajut Kebangsaan ini dihadiri sekitar 8.700 mahasiswa perwakilan dari seluruh perguruan tinggi di wilayah Bali, diselenggarakan di lapangan Bajra Sandhi Renon Denpasar, Bali, Sabtu (29/9).

 

Adapun deklarasi ini berisikan 4 (empat) pilar kebangsaan antara lain, (1) Kami mahasiswa Bali menyatakan bahwa pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia, (2) Kami mahasiswa Bali menyatakan bahwa Undang-undang Dasar (UUD) 1945 adalah dasar Negara Republik Indonesia, (3) Kami mahasiswa Bali menyatakan bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan kami sebagai bangsa Indondesia, dan (4) Kami mahasiswa Bali menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati bangsa Indonesia.

 

Selain mengajak untuk menanamkan 4 (empat) pilar kebangsaan tersebut dalam diri mahasiswa, Menteri Nasir juga mengajak kepada para mahasiswa untuk bersama-sama dengan pemerintah dalam menangkal paham-paham radikalisme yang ada di lingkungan kampus.

 

“Kalau anda sebagai mahasiswa telah melihat indikasi paham-paham radikalisme di dalam kampus, berani tidak untuk mengungkap dan menyampaikan kepada Bapak Rektor dan Bapak Kapolda?,” seru Nasir yang juga diiringi teriakan ‘Berani!’ dari seluruh mahasiswa yang berkumpul di lapangan Bajra Sandhi Renon Denpasar ini.

 

Pada penutup dalam sambutannya, Menristekdikti M. Nasir menaruh harapannya pada deklarasi ini untuk dapat dilanjutkan oleh seluruh mahasiswa di Indonesia. Karena semangat kebangsaan seperti ini harus kita sebarkan kepada para mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia yang lainnya.

 

“Dari mahasiswa Bali, untuk mahasiswa Indonesia. Hidup mahasiswa, sukses untuk Indonesia,” tutup Nasir.

 

Hadir juga dalam deklarasi ini, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Petrus Reinhard Golose, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Didin Wahidin, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah VIII, I Nengah Dasi Astawa, dan para pimpinan perguruan tinggi di wilayah Bali.

 

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti