Siaran Pers Kemenristekdikti

No: 77  /SP/HM/BKKP/IV/2019

Lombok, NTB – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa mahasiswa merupakan pemeran utama dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu mahasiswa harus mengembangkan potensinya semaksimal mungkin selama kuliah di kampus, tidak hanya di bidang akademik namun juga kreativitas dan inovasi.

Hal tersebut disampaikan Menristekdikti saat memberikan kuliah umum di di Universitas Mataram (Unram), Mataram, NTB, Senin (15/4). Kuliah umum yang diikuti ribuan mahasiswa perguruan tinggi se kota Mataram tersebut mengangkat tema Peran Mahasiswa Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.

“Perlu dipertegas lagi mahasiswa adalah pemeran utama bangsa ini dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini, dengan bimbingan dari para dosen , dukungan dari pemerintah dan masyarakat sekitar serta dengan fasilitas yang memadai mahasiswa akan mampu menghadapi industri 4.0 serta mengharumkan bangsa di mata internasional,” ujar Menristekdikti.

Menteri Nasir menjelaskan bahwa mahasiswa di daerah tidak kalah dengan mahasiswa di pulau Jawa, semuanya memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi. Dengan kemajuan teknologi, saat ini sumber ilmu pengetahuan sangat terbuka bebas, semua dapat mengaksesnya.

“Perkembangan yang sebelumnya tak pernah ada, beberapa kelas di kampus melakukan pembelajaran tanpa harus bertatap muka, tapi melalui pembelajaran virtual,” jelas Menristekdikti.

Kemajuan teknologi dan tata kelola pendidikan tinggi yang semakin baik mengakibatkan disparitas antar perguruan tinggi semakin mengecil, perguruan tinggi swasta (PTS) saat ini sudah ada yang lebih baik dibandingkan perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi luar pulau Jawa mulai menyaingi dan ada yang lebih baik dari perguruan tinggi di pulau Jawa.

“Ini fenomena baru. Dulu tidak ada namanya PTN kalah dari PTS, tapi sekarang ada PTN kalah sama PTS. Kampus Jawa juga kalah sama kampus daerah. Ini tergantung dari bagaimana cara kita berkompetisi,” ujar Nasir.

Oleh karena itu Menristekdikti mendorong mahasiswa Unram untuk membangun rasa percaya tinggi dan jiwa kompetisi untuk bersaing tidak hanya di tingkat nasional namun juga di tingkat global. Selain gelar akademik, ada empat hal yang harus dimiliki mahasiswa untuk bertarung di era revolusi industri 4.0 yaitu kompetensi berinteraksi dengan berbagai budaya,  keterampilan sosial, literasi baru (data, teknologi manusia) dan pembelajaran sepanjang hayat ( lifelong learning).

Menristekdikti meminta Unram terus meningkatkan daya saingnya dan tata kelola pendidikannya. Menteri Nasir berharap Unram dapat meraih Akreditasi A dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“ Tidak menutup kemungkinan juga dengan Unram. Kedepan akan mampu mengalahkan kampus-kampus nasional di Jawa. Hal itu dapat dilakukan tentu dengan melakukan inovasi-inovasi dan membangun kolaborasi,” tutup Menristekdikti.
 
Rektor Unram Lalu Husni menyambut baik kuliah umum Menristekdikti ini. Apa yang disampaikan Menristekdikti, sangat penting memberi semangat kepada mahasiswa dan civitas akademika Unram agar senantiasa berbenah diri agar tidak tertinggal di masa mendatang.

“ Unram harus kreatif, inovatif, agar bisa bersaing dan menjadi pemain di tengah persaingan ketat,” ungkapnya.

Dalam Kuliah Umum yang Bertema Peran Mahasiswa dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 turut dihadiri Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Anggota DPR RI Kurtubi, Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Ridwan, serta Jajaran Universitas Mataram, dan Mahasiswa Perguruan Tinggi se Kota Mataram.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti