Semarang – Mahasiswa sebagai SDM unggul yang mendukung peningkatan daya saing bangsa harus bisa meraih sukses dengan berprestasi untuk merekatkan NKRI. Dalam rangka menghadapi era Revolusi Industri 4.0 Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengingatkan agar mahasiswa memiliki karakter dan semangat untuk maju.

Hal tersebut disampaikan Mohamad Nasir pada acara Kuliah Umum bersama mahasiswa Bidikmisi di Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes), Minggu (22/4).

“Saat ini Indonesia hasil kajian World Economic Forum masih berada di ranking ke-36 dari 137 negara, salah satu komponen yang menyebabkan rendahnya itu adalah _higher education and training_, hal ini merupakan tugas kita semua untuk meningkatkan daya saing bangsa di kelas dunia,” ucap Nasir.

Nasir berpesan kepada mahasiswa maupun Rektor Unnes agar mahasiswa diberikan materi dan pengetahuan yang banyak baik di ilmu sosial maupun ilmu pengetahuannya.

“Kalian mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan, harus dibekali ilmu pengetahuan yang banyak, harus menguasai Bahasa Inggrisnya juga,” tekan Nasir.

Pada kesempatan yang sama Menristekdikti memberikan komputer jinjing dan hadiah kepada mahasiswa Bidikmisi yang berprestasi dan mendapat IP tinggi. Hal ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk mahasiswa lainnya agar lebih semangat lagi menuntut ilmu agar bisa menjadi lulusan yang berkualitas, SDM yang unggul, dan siap menghadapi persaingan yang semakin ketat di era Revolusi Industri 4.0.

Sementara itu Rektor Unnes Fathurrokhman memaparkan lulusan Bidikmisi Unnes terserap dengan baik di dunia kerja, ada yang menjadi guru jumlahnya 902, bekerja di BUMN jumlahnya 683, Wiraswasta jumlahnya 386, dan yang melanjutkan studi S2 dan S3 jumlahnya di angka 412.

Fathur juga menyebutkan beberapa mahasiswa Bidikmisi yang memberikan inspirasi untuk Indonesia diantaranya adalah Raeni anak tukang becak yang melanjutkan studi S3 di Universitas Birmingham, Firna anak dari keluarga pemulung melanjutkan studinya S2 di New Zealand, dan Ulfa Nurjanah menjadi Entrepreneur.

Dalam penutupnya Fathur kembali mengingatkan pesan yang disampaikan Menristekdikti agar Unnes tetap menjaga konservasi Unnes makin maju di Indonesia dan di dunia.

“Unnes Hebat, Bidikmisi Berprestasi, NKRI Harga Mati,” seru Fathur.

Acara ini dihadiri juga oleh Rektor Universitas Terbuka Ojat Darojat, Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Didin Wahidin, dan civitas akademika lainnya. Pada awal acara kunjungan kerjanya, selain kuliah umum, Menristekdikti juga melakukan senam pagi dan penanaman pohon beserta civitas akademika Unnes. (HS/AP/DZI)