BPPT melalui Kedeputian Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) bersama Coffey International Development PTY LTD sebagai managing contractor untuk Indonesia Australia Commercial Cattle Breeding Program (IACCB), sepakat melakukan pengkajian terhadap program integrasi penggembalaan sapi secara rotasi di sejumlah perkebunan sawit di Indonesia (25/04).

Deputi Bidang TAB BPPT, Soni Solistia Wirawan mengatakan penandatanganan kesepahaman tersebut bertujuan mengintegrasikan kegiatan penelitian tentang pengkajian pengembangbiakan sapi di areal perkebunan sawit terhadap produktivitas sawit dan mengurangi dampak negatif penyebaran penyakit pada tanaman sawit.

Menurut Soni, selama ini memang belum pernah ada kajian tentang dampak pengembangan sapi diperkebunan sawit. Mungkin kalau satu ekor saja tidak masalah, tapi kalau dalam jumlah besar dan menjadi peternakan bagaimana, ini yang perlu kita cari tahu, melalui kerjasama ini yang akan berlangsung selama satu tahun, ungkap Soni.

Dia berharap melalui kerjasama ini mendapatkan suatu rekomendasi sistem pembibitan sapi di dalam areal perkebunan sawit serta dampak integrasi sapi dengan kelapa sawit terhadap produktivitas dan penyebaran penyakit kelapa sawit.

Sementara Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Arief Arianto mengatakan perlu ada kajian apakah keberadaan sapi diperkebunan kelapa sawit ini bisa membantu produktivitasnya atau justru merugikan. Hasil kajian tentu bisa menjadi rekomendasi positif untuk menjawab persoalan komersial penggembalaan sapi di perkebunan sawit.

Ditambahkan Arief, kegiatan inovasi teknologi integrasi peternakan sapi dengan perkebunan kelapa sawit sejak 2014 dengan tujuan mendukung ketersediaan daging nasional melalui peningkatan populasi ternak sapi.

Perkebunan sawit sangat berpotensi sebagai penyedia alternatif sumber pakan hijau bagi ternak melalui pemanfaatan pelepah sawit, daun sawit dan hijauan dibawah pohon sawit, jelasnya. (Humas/HMP)

sumber: https://www.bppt.go.id/teknologi-agroindustri-dan-bioteknologi/3162-kaji-integrasi-sapi-sawit-bppt-australia-teken-kerjasama