Makassar – Wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan diapit perairan, tentunya memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, terutama dari sisi kelautannya. Pembangunan maritim dirasa perlu untuk menggabungkan antara potensi sumber daya yang ada dengan sentuhan teknologi dan inovasi.

Sejalan dengan itu, Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 akan membawa tema “Pembangunan Maritim Berbasis Teknologi”, yang akan diselenggarakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia.

Melalui momen Hakteknas, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, menuai harapannya agar dapat membangun semangat untuk tumbuh kembangnya teknologi dan inovasi di daerah-daerah yang didasarkan pada potensi sumber dayanya.

“Seluruh masyarakat, baik itu nelayan atau yang lain, harus sadari perkembangan teknologi. Mari kita gelorakan inovasi pada momen Hakteknas ini,” ucapnya saat melakukan peninjauan pembuatan Kapal Ikan Pelat Datar Berlisensi 10 Gross Tonnage (GT) untuk Nelayan Indonesia di dermaga PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makasar, Minggu (6/8).

Menteri Nasir menambahkan, kapal nelayan yang biasanya menggunakan fiber atau kayu, kapal ini berkonsep Pelat Datar, yang artinya hanya menggunakan bahan baku yaitu baja. Proses pembuatannya pun hanya dalam kurun waktu sebulan.

“Kehadiran kapal ini berawal atas riset bersama untuk menciptakan kapal nelayan Indonesia tanpa lekukan dengan bahan bakunya adalah baja yang cukup murah termasuk untuk perawatan dan bahan bakarnya. Nantinya, ini akan memiliki banyak manfaat bagi para nelayan penangkap ikan di Indonesia,” tandas Menteri Nasir.

Lebih lanjut ia mengatakan, riset awal pembuatan kapal pelat datar ini dari Universitas Indonesia (UI) yang sudah dipatenkan. Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi penerus dari inovasi anak bangsa ini dengan membuat kapal ikan untuk nelayan dengan konsep yang sama, yaitu pelat datar dan bekerja sama dengan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar.

Kapal Ikan Nelayan Berlisensi 10 GT ini memiliki panjang 15 Meter, dengan lebar 4 Meter dan Tinggi 2,8 meter tanpa memiliki lekukan di bodi kapal yang diharapkan kapal pelat datar ini, dapat diproduksi secara massal dengan tenaga ahli yang mumpuni dibidangnya.

“Kapal inovasi buatan anak bangsa ini, nantinya tak hanya digunakan untuk para nelayan, namun bisa juga digunakan untuk petugas polisi patroli di perairan dan juga sebagai kapal pengangkut,” kata Nasir.

Menteri Nasir juga sangat berharap pembuatan kapal ini dapat selesai sebelum acara puncak Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 10 Agustus nanti di kawasan Central Point of Indonesia (CPI) Makassar.

“Saya senang atas kerja sama semua pihak atas pembuatan kapal pelat datar ini. Mudah-mudahan kapal ini bisa diluncurkan secara perdana oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada momen Hakteknas di Makassar. Semangat inovasi harus terus di gelorakan,” tegasnya.

Rusdi Amin yang juga teknisi kapal pelat datar ini menjelaskan, kapal dilengkapi dengan converter yang bisa mengubah bahan bakar diesel menjadi gas. Keuntungan yang didapat dengan kapal bermesin converter ini dapat menghemat bahan bakar 30 hingga 40%, yang akan bermanfaat bagi sebagian besar nelayan di Indonesia. (ARD/DIN)

Galeri