Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia  (PII), Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Ambon, dan Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akamigas Cepu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membangun dan mengoperasikan Blok Masela. Pada pembukaan Press Conference Menteri Nasir mengatakan bahwa Presiden RI Joko Widodo telah memutuskan tentang pembangunan Blok Masela, dimana Blok Masela berada dicelah antara Timor Leste dengan Kepulauan Maluku Tenggara. Sehingga dengan posisi itu telah diputuskan bahwa pembangunannya akan dilaksanakan di darat. Dengan begitu, Presiden RI menghimbau bahwa tugas Kemristekdikti adalah menyiapkan SDM yang akan digunakan untuk membangun Blok Masela tersebut.

“Saya berikan mandat kepada Universitas Pattimura agar menyiapkan sumber daya manusia,” ucap Menteri Nasir. “Pertanyaannya adalah jenis SDM apa yang diperlukan? Untuk itu, Kemristekdikti akan mengkoordinasikannya dengan Menteri ESDM dan PII yang memiliki wadah–wadah lulusan bidang keinsinyuran (engineering),” tambahnya.

Program-program studi yang dibutuhkan seperti teknik perminyakan, teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri, teknik fisika, dan teknik sipil merupakan program studi yang akan menghasilkan SDM Indonesia unggul, yang diharapkan dapat bekerja di Blok Masela. Diharapkan tenaga keteknikan yang akan dihasilkan adalah Sarjana Teknik, Magister Teknik, Diploma l, Diploma ll, Diploma lll, Sarjana Teknik Terapan, Magister Terapan, dan Insinyur Profesional.

Untuk tahapan awal, pendidikan akan dilaksanakan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi diluar Maluku untuk menyediakan dosen dan laboratorium di Universitas Pattimura maupun Politeknik Negeri Ambon.

Untuk tempat praktikum, selain bisa dilakukan di Perguruan Tinggi juga bisa dilakukan di fasilitas pelatihan yang ada di industri (misal: PT. Badak), sekarang ini Universitas Pattimura dan Politeknik Negeri Ambon sudah bekerjasama dengan STEM Akamigas Cepu untuk menyiapkan tenaga kerja di bidang minyak dan gas.

Penyiapan SDM tidak hanya ditujukan untuk membangun, mengelola, dan mengoperasikan Blok Masela, tetapi juga untuk mendukung pengembangan industri hilir yang akan berkembang dengan dioperasikannya Blok Masela.

Diakhir pertemuan, Menristekdikti Nasir kembali menekankan bahwa pemberdayaan SDM lokal disekitar Blok Masela, termasuk dari Maluku adalah mutlak, karena beliau tidak menginginkan penduduk Maluku hanya menjadi “penonton” saja.

Dalam konferensi pers, Selasa (5/3), Menristekdikti didampingi oleh Sekretaris Jenderal Ainun Na’im, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Hermanto Dardak, Rektor Universitas Pattimura Sapteno, Direktur Politeknik Negeri Ambon Miegsjeglorie V Putuhena, Ketua STEM Akamigas Perry Burhan, Inspektur Jenderal Jamal Wiwoho, Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti Ali Ghufron Mukti, dan Staf Ahli Infrastruktur Hari Purwanto. (wd/bkkp)