LAPAN menyelenggarakan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan di SMAN 67 Jakarta, Senin (5/4). Sosialisasi yang dihadiri oleh 75 siswa dan 15 guru tersebut merupakan program edukasi keantariksaan yang rutin dilaksanakan di sekolah-sekolah. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa.
Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat LAPAN, Jasyanto, memaparkan mengenai hasil penelitian dan pengembangan LAPAN. Ia juga menjelaskan mengenai pemantauan re-entry (masuk kembali ke atmosfer Bumi) Tiangong-1. Stasiun luar angkasa milik Tiongkok tersebut jatuh di Samudera Pasifik pada 2 April 2018 setelah mengalami kerusakan dan tidak dapat dikontrol lagi sejak 16 Maret 2016. Pemantauan re-entry Tiangong-1 dilakukan oleh peneliti di Pusat Sains Antariksa LAPAN di Bandung,” ujarnya.
Jasyanto dalam sosialisasi tersebut juga mengajak para siswa untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi penerbangan dan antariksa. Ia berharap para siswa nantinya dapat berkontribusi terhadap kemajuan teknologi penerbangan dan antariksa di Indonesia.
Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video hasil produk LAPAN yang dipandu oleh Kepala Subbagian Komunikasi dan Edukasi Publik, Unggul Satrio Yudhotomo. Video yang ditampilkan antara lain Pesawat N-219, Satelit LAPAN A2 dan A3 dan pemanfaatannya, serta Roket.
Kepala Sekolah SMAN 67 Jakarta, dalam sosialsiasi tersebut berharap kehadiran LAPAN dapat memberikan pencerahan dan membuka pengetahuan bagi siswa mengenai pentingnya teknologi penerbangan dan antariksa untuk kemajuan bangsa.