Siaran Pers
No. : 120/SP/HM/BKKP/VII/2018

 

Jakarta, 17 Juli 2018

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 perguruan tinggi dituntut kesanggupannya dalam memproduksi generasi yang berkualitas dan inovatif serta selalu belajar untuk menguasai kompetensi terbaru. Tak hanya itu, perguruan tinggi semakin dituntut untuk mempersiapkan para mahasiswanya akan pekerjaan yang belum ada (future jobs).

“Para mahasiswa dan lulusan harus mulai menguasai literasi baru di era ini, yakni literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Literasi baru di era Revolusi Industri 4.0 ini mendorong implementasi untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner), agar mampu beradaptasi dan berkembang dengan baik dalam menghadapi tantangan global di era Revolusi Industri 4.0 dan era selanjutnya,” ujar Menristekdikti saat menjadi Keynote Speaker pada Diskusi Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Kristen Indonesia Atma Jaya (UNIKA) di Gedung Yustinus UNIKA, Selasa (17/07).

Menristekdikti menjelaskan bahwa implementasi dari ‘lifelong learning’ dalam dunia pendidikan tinggi dapat mendorong pendidikan tetap relevan sesuai dengan perkembangan zaman. Menteri Nasir menambahkan untuk mengaplikasikan kemampuan akademik di dunia kerja diperlukan ‘soft skills’, terutama kemampuan ‘system thinking’, kolaborasi dalam tim lintas profesi, serta ‘leadership’ dan ‘followership’ yang proporsional.

“Secara khusus, saya mengharapkan UNIKA bisa melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, dan tidak hanya berorientasi pada gelar saja, serta menghasilkan entrepreneur-entrepreneur muda agar meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan daya saing bangsa, “ tutur Menteri Nasir.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIKA Atmajaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan bahwa UNIKA memiliki komitmen untuk meningkatkan kekuatan pada level regional dan internasional.

“Kami akan fokus terhadap kemajuan teknologi sebagai basis untuk mendidik para mahasiswa agar memiliki semangat dan karakter yang khas,” pungkas Agustinus.

Acara ini dihadiri juga oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Rina Indiastuti, serta civitas akademika lainnya.

 

Heni Sukmawati

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

Galeri