PIH UNAIR – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Brunei Darussalam belajar bersama masyarakat di Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Mereka mengikuti Community Outreach Program selama dua minggu, terhitung sejak 6-21 Oktober 2017.

Community Outreach Program terselenggara atas kerjasama antara Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga dengan Universitas Brunei Darussalam. Dalam program itu, ada banyak pelajaran yang diterima mahasiswa. Pun sebaliknya, masyarakat Desa Kemloko juga mendapatkan pengajaran dari mahasiswa.

Selama di Kemloko, ada banyak aktivitas yang diikuti mahasiswa asing ini. Seperti membuat layang-layang, gula jawa, dan kripik singkong. Selain itu, mereka juga diajari memainkan wayang dan menari tarian reog bulqio, tarian reog asli Desa Kemloko.

“Kami diajari menari tarian reog bulqio dan diberi kesempatan untuk tampil di depan kepala desa ketika ada malam kebudayaan di sana,” ujar Nur Azimah Binti Majuasin, mahasiswa Brunei Darussalam jurusan Bussines Administration.

Hidup bersama masyarakat di Kemloko, bagi mereka merupakan pengalaman yang sangat baru. Bukan hanya cuaca dan makanan yang berbeda, aktivitas sehari-hari serta budaya masyarakat juga berbeda.

Selama di Kemloko, mereka tinggal bersama masyarakat setempat. Selain mengikuti aktivitas masyarakat, mereka juga mengajar siswa sekolah, dari PAUD hingga SMP.

“Bagi kami, semua pengalaman di sana baru. Yang paling berkesan adalah ketika mengikuti sholawatan. Saya senang karena tetangga di sana semua ramah,” ujar Nur Azimah Binti Majuassin mahasiswa prodi Bussines Administration.

Sementara itu, Nur Aqilah Binti Hj. Abd. Ghafar mahasiswa dari prodi yang sama mengatakan, dua minggu adalah waktu yang sangat singkat.

“Untuk KKN serupa yang akan diadakan periode semester depan, semoga durasi lebih diperpanjang. Sebab dua minggu kurang bagi kami untuk belajar budaya di sana,” ujar Aqilah, sapaan karibnya.

Selama mengikuti KKN yang diselenggarakan UNAIR, mereka bukan hanya mengikuti program di Kemloko, tapi juga Rumah Bahasa, Surabaya. Selama dua bulan di Rumah Bahasa, mereka mengajar Bahasa Inggris untuk berbagai kalangan.

Universitas Brunei Darussalam mengharuskan mahasiswanya menempuh Community Outreach Program selama satu semester sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Negara-negara di Asia menjadi jujugan mereka, salah satunya Indonesia.

“KKN ini bagian dari pengmas FIB yang terintegrasi. Kami bekerjasama dengan berbagai instansi untuk pelaksanakan KKN mahasiswa asing. Hal ini juga sebagai upaya memperkuat posisi FIB dengan desa binaan,” ujar Puji Karyanto, S.S, M.Hum Wakil Dekan I FIB UNAIR. (PIH UNAIR)

Penulis : Binti Q. Masruroh

Editor : Nuri Hermawan