SURABAYA – Bagaimana peran kita di dalam perguruan tinggi yang perubahannya begitu cepat? Pertanyaan tersebut menjadi pembuka pada Kuliah Perdana Universitas Nadlatul Ulama (Unusa) oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Dyandra Convention Hall Surabaya, Senin (4/8/2017).

Nasir mengatakan bahwa perguruan tinggi dikatakan baik apabila akreditasi dan pemeringkatannya baik pula. Rata-rata perguruan tinggi di Indonesia masih berakreditasi C. Pemerintah, perguruan tinggi serta seluruh pemangku kepentingan memiliki peran masing-masing dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Pemerintah berperan melalui penerapan regulasi yang mendukung iklim sehat bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Untuk meningkatkan jumlah akreditasi institusi, telah dilakukan pendampingan kepada perguruan tinggi terakreditasi B supaya bisa meningkat menjadi akreditasi A. Telah terjadi peningkatkan jumlah perguruan tinggi terakreditasi A yang sangat signifikan hasil dari pendampingan. Tahun 2016 terjadi peningkatan akreditasi B ke A sejumlah 24, dimana pada tahun 2015 hanya terjadi peningkatan akreditasi B ke A sejumlah 5 perguruan tinggi. Pendampingan terus diakukan agar peguruan tinggi terakreditasi A bisa lebih merata, tidak hanya terkonsentrasi di daerah Jawa.

Nasir juga menambahkan bahwa global competitiveness sangat penting bagi rujukan penguatan daya saing bangsa. Global competitiveness dan daya saing bangsa dapat dicapai salah satunya dengan menjadikan lulusan perguruan tinggi sebagai skill worker, tenaga kerja yang terampil dan berkualitas. Demi kemajuan perguruan tinggi Indonesia pada persaingan global serta meningkatkan global competitiveness indeks Indonesia, kedepan akan dilakukan merger perguruan tinggi. Hal penting lainnya menurut Nasir untuk menjadikan perguruan tinggi mampu bersaing di kelas dunia adalah kualitas riset dan inovasi.

Menristekdikti dalam kesempatan ini sangat mengapresiasi perubahan Unusa yang sangat baik dalam jangka waktu 4 tahun ini, Unusa telah memperoleh akreditasi B. Unusa termasuk salah satu perguruan tinggi Nadlatul Ulama yg baik, dimana perkembangannya mengalami kenaikan yang luar biasa dengan jumlah mahasiswa diatas 4000 orang.

“Saya harap perguruan tinggi lain dapat berkembang pesat juga seperti Unusa. Meningkatkan daya saing bangsa sehingga kita tidak tertinggal menghadapi era masa depan,” ujar Nasir.

Melihat masih banyaknya perguruan tinggi Indonesia dengan kualitas belum memuaskan, Nasir menantang Unusa untuk mendapatkan akreditasi A dan menjadi contoh yang baik untuk perguruan tinggi lainnya. “Dalam 4 tahun Unusa bisa dapat akreditasi B. Saya tantang Unusa harus bisa mendapat Akreditasi A dalam 10 tahun,” imbuh Nasir.

Selain itu, Nasir juga menekankan mengenai peningkatan mutu sumber daya manusia dan relevansi perguruan tinggi. “Sebisa mungkin dosen minimal doktor. Perbanyak doktor maka riset di Indonesia akan semakin baik, sehingga inovasi juga akan semakin baik,” pungkas Nasir menutup Kuliah Perdana Unusa. (HS)

Galeri