MAKASSAR – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir (Menristekdikti) ingin menjadikan Politeknik kedepannya bukan lagi perguruan tinggi yang tersisihkan demi menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, dan mendorong perguruan tinggi agar melahirkan lulusan yang siap bersaing dan kompetitif.

“Saya mendorong politeknik untuk menjadi pemain tengah dan siap melahirkan lulusan yang kompeten,” ujar Nasir disela-sela kunjungan kerjanya di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Sulawesi Selatan, Kamis (15/2).

Menteri Nasir juga berharap dengan adanya gedung kampus baru di PNUP ini bisa di imbangi dengan kualitas para pendidik yang bersertifikat agar PNUP bisa menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik pilihan anak bangsa.

“Saya lihat PNUP kampusnya sudah sangat baik, maka dosennya harus bisa mendapatkan sertifikat kompetensi, jangan sampai ada alasan tidak ada biaya, kami biayai,” lanjut Nasir.

Ia mengharapkan agar PNUP bisa menjadi Politeknik yang berkualitas di wilayah Indonesia timur yang menjadi kampus favorit dengan tetap menjaga mutu pendidikan tinggi.

“Mudah-mudahan PNUP juga bisa menjadi pintu gerbang Politeknik di Indonesia timur dan bisa menjadi politeknik rujukan bagi anak indonesia,” harapnya.

Sebelum menutup sambutannya Nasir mengingatkan pada dosen dan mahasiswa PNUP bahwa kedepannya lulusan yang bersertifikat akan lebih dicari oleh industri selain lulusan tersebut memiliki ijazah perguruan tinggi.

“Kedepan industri tidak menanyakan ijazah, tapi mereka akan menanyakan kebisaannya apa, makanya kita membutuhkan lulusan yang bersertifikat yang di telurkan oleh suatu lembaga,” pungkasnya.

Dalam kunjungannya, Menristekdikti Mohamad Nasir didampingi oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignjo, Staf Ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur Hari Purwanto. (TJS)

Galeri