Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan Inovasi terus mendukung program swasembada pangan nasional melalui pengembangan benih padi unggulan. Baru-baru ini, Institut Pertanian Bogor (IPB) telah meluncurkan varietas padi IPB 3S yang menghasilkan komoditas mencapai 11,2 ton gabah per hektare.

Kegiatan penanaman perdana oleh Menristekdikti adalah penanaman untuk produksi benih dasar padi varietas IPB 3S. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Start Up Industri Benih Padi IPB 3S untuk Pengembangan Sistem Produksi Padi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional. Program Start Up Industri benih yang dikembangkan oleh Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB, merupakan kegiatan implementasi inovasi IPB yang didukung oleh Ditjen Penguatan Inovasi Kemristekdikti RI.

“Tujuan kegiatan ini adalah pengembangan sistem produksi yang bisa menyebabkan swasembada pangan nasional. Kemristekdikti menyambut baik hilirisasi riset yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Nasir di Desa Tanjungsari, Bogor, Senin (25/4).

Start Up model industri benih sumber dilaksanakan tahun 2016 melalui Pengembangan Industri Benih Sumber (Foundation Seed Program) padi IPB 3S di Seed Center Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB.

“Ini pertama kali dan sumber terbesar sehingga bisa menghasilkan di lahan 50 hektare. Hasil pembenihan kemudian bisa ditanam dengan hasil sebelumnya 2,5 ton per hektare sekarang rata-rata bisa mencapai 7-8 ton per hektare,” tutur Nasir.

Kedepan Mantan Rektor Terpilih Universitas Dipenogoro (Undip) itu berharap IPB mampu menghasilkan bibit sumber dengan optimal agar bisa ditanam di lahan 2 juta hektare. Kemudian Nasir juga berpesan, perlu mengontrol sistem untuk pengeringan padinya. (dwi/bkkp)