MAKASSAR – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir secara resmi menutup Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XV 2017 yang digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) Universitas Hasanuddin (Unhas), pada Sabtu (21/10).

Acara yang berlansung selama 8 hari ini telah mempertandingkan 14 cabang olahraga yaitu: Atletik, Bola Basket, Bola Voli Indoor, Bulutangkis, Catur, Futsal, Karate, Kempo, Pencak Silat, Petanque, Renang, Sepak Takraw, Tarung Derajat, Tenis Lapangan, dan Selam.

Provinsi Sulawesi Selatan yang didaulat menjadi tuan rumah POMNas XV 2017 juga telah sukses menggelar kegiatan olahraga nasional tingkat mahasiswa ini.

Menristekdikti mengatakan, kegiatan olahraga ini adalah upaya untuk mencari bibit-bibit atlet nasional dari perguruan tinggi yang dalam hal ini para mahasiswa yang punya potensi dan prestasi untuk menjadi atlet yang berkualitas.

“Saya melihat atlet-atlet nasional SEA Games yang juga mengikuti POMNas ini, karena tahun depan Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Saya berharap ada perwakilan dari perguruan tinggi yang bisa mengikuti kegiatan olahraga tingkat Asia tersebut. Ini adalah kontribusi dari perguruan tinggi untuk bahu-membahu, dan berkerjasama dalam meningkatkan prestasi Indonesia di tingkat nasional maupun internasional dalam bidang olahraga,” ujar Menteri Nasir.

Selain mengucapkan selamat kepada para peserta kontingen POMNas 2017 yang telah berhasil meraih prestasi tingkat nasional ini, Menteri Nasir juga tak lupa memberikan semangat kepada peserta yang masih gagal mempersembahkan prestasi.

“Bagi yang telah berhasil, saya ucapkan selamat atas prestasimu, lanjutkan prestasimu di tingkat yang lebih tinggi lagi. Bagi yang belum berhasil, jangan bersedih karena semua ini hanya keberhasilan yang tertunda saja,” ucap Menteri Nasir dengan penuh semangat.

Menteri Nasir juga menyampaikan keinginannya pada POMNas berikutnya untuk bisa menambah cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Bila tahun ini ada 14 cabang olahraga yang dipertandingkan, tahun depan seharusnya ada cabang olahraga baru lainnya,” harapnya.

Panitia Pelaksana POMNas XV 2017, Abdul Rasyid Jalil dalam laporannya menyampaikan, Provinsi DKI Jakarta kembali menjadi juara umum pertama yang menempati di urutan kedua yaitu Provinsi Jawa Barat dan kemudian tuan rumah Provinsi Sulawesi Selatan harus puas berada di peringkat ketiga.

Berikut ini peringkat “10 Besar Perolehan Medali POMNas XV 2017”:

  1. D.K.I. Jakarta – 51 Emas, 32 Perak, 35 Perunggu. Total 118 Medali.
  2. Jawa Barat – 27 Emas, 24 Perak, 31 Perunggu. Total 82 Medali.
  3. Sulawesi Selatan – 26 Emas, 17 Perak, 21 Perunggu. Total 64 Medali.
  4. Jawa Tengah – 13 Emas, 15 Perak, 32 Perunggu. Total 60 Medali.
  5. Jawa Timur – 12 Emas, 26 Perak, 28 Perunggu. Total 66 Medali.
  6. Sumatera Utara – 7 Emas, 9 Perak, 14 Perunggu. Total 30 Medali.
  7. Bali – 6 Emas, 4 Perak, 9 Perunggu. Total 19 Medali.
  8. Nusa Tenggara Barat – 6 Emas, 1 Perak, 5 Perunggu. Total 12 Medali.
  9. Riau – 4 Emas, 4 Perak, 6 Perunggu. Total 14 Medali.
  10. Nusa Tenggara Timur – 4 Emas, 2 Perak, 0 Perunggu. Total 6 Medali.

Ia menambahkan, POMNas tahun ini diikuti sekitar 2.645 atlet, serta 1.096 official dari 33 kontingen Provinsi dari seluruh Indonesia.

Pada sambutannya, Rektor Unhas, Dwia Aries mengaku terkejut dengan para atlet yang apabila dipahami semuanya sama-sama bersaing untuk memperebutkan prestasi tingkat nasional, tetapi justru malah rasa persaudaraan yang menonjol ditengah persaingan yang ketat ini.

“Selama 8 hari semenjak diselenggarakannya POMNas ini, ternyata yang kami lihat bukanlah semangat persaingan yang menonjol, tetapi malah kerinduan para atlet mahasiswa untuk bersilaturahmi pada cabang olahraganya masing-masing,” jelas Rektor Dwia Aries.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti yang juga sebagai Sekretaris Jenderal Bapomi (Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia), Didin Wahidin mengumumkan siapa yang akan menjadi tuan rumah POMNas XVI 2019 agar diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk lebih semarak dan lebih hebat dalam hal prestasi.

“Telah diambil keputusan dari berbagai pertimbangan pengurus-pengurus Bapomi, bahwa yang akan menjadi tuan rumah POMNas Tahun 2019 mendatang jatuh kepada Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Provinsi D.K.I. Jakarta,” paparnya. (ARD/HNS)

Galeri