JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan perguruan tinggi harus berperan aktif meningkatkan capaian ekspor Indonesia keluar negeri, dalam hal ini dirinya menjelaskan banyak inovasi dari perguruan tinggi yang bisa mengurangi impor di Indonesia terhadap produk-produk yang seharusnya bisa di produksi dalam negeri, dan ada juga inovasi yang bisa meningkatkan ekspor Indonesia ke luar negeri dalam bentuk produk inovasi.

“Terkait ekspor ini, dalam wilayah ASEAN, peringkat Indonesia masih dibawah Malaysia, Thailand dan Singapura. Ini sesuatu yang sangat ironis, padahal kita mempunyai potensial yang begitu tinggi tetapi justru ekspor kita masih rendah,” imbuh Nasir saat menyaksikan Penandatangan Nota Kesepahaman antara Indonesia Eximbank dengan 11 (sebelas) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Gedung Kementerian Keuangan, Kamis (21/12).

Menurut Nasir, kerjasama antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Lembaga Pembiayaaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) ini merupakan suatu terobosan untuk dapat meningkatkan ekspor Indonesia kedepannya.

“Saya ingatkan kepada pimpinan perguruan tinggi untuk bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya atas kerjasama yang baik ini. Bukan hanya setelah MoU ini, kemudian malah berhenti di laci saja, kalau bisa harus ditargetkan apa yang akan dilakukan pada tahun 2018 kedepan dan apa yang harus di capai,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan, pemerintah harus berupaya secara bersama-sama secara koheren untuk memudahkan ekonomi yang bergerak. Dengan ekonomi bergerak, maka akan bisa melakukan nilai tambah dan menciptakan benefit yang baik bagi masyarakat.

“Kalau kita sudah bisa melakukan itu, saya yakin ekspor Indonesia juga akan meningkat. Oleh karena itu juga, secara bersama-sama dengan mengikutsertakan perguruan tinggi untuk membangun suatu upaya meningkatkan ekspor menjadi sangat penting,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menambahkan, perguruan tinggi juga harus dapat berkontribusi dalam memberikan ide-ide segar dalam hal penelitian serta pengembangan kinerja ekspor Indonesia.

“Saya juga berharap perguruan tinggi turut andil dalam rangka perumusan kebijakan, regulasi, dan strategi operasional dalam pengembangan ekspor nasional,” tambahnya.

Terkait kerjasama ini, Ketua Dewan Direktur Indonesia Eximbank Sinthya Roesly memaparkan, kerjasama antara Lembaga Pembiayaaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) bersama 11 (sebelas) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam rangka pembentukan “University Network for Indonesia Export Development” atau Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Ekspor Indonesia yang disingkat UNIED yang diharapkan dapat menyumbang pemikiran-pemikiran untuk kemajuan pengembangan ekspor nasional dan mampu menggali potensi ekspor di masing-masing provinsi maupun daerah, sejalan dengan peran Indonesia Eximbank dalam mendorong ekspor nasional. (ard/abp)

Galeri