Jakarta – Menghadapi era digital Perguruan Tinggi baik negeri ataupun Swasta dan yang setara dengannya harus terus melakukan inovasi agar mampu bersaing karena sebentar lagi Perguruan Tinggi di Indonesia akan bersaing dengan Perguran Tinggi asing yang ada di Indonesia.

Hal itu seperti yang dikatakan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat menghadiri Konsolidasi Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama 2018, acara tersebut digelar di Kantor PBNU Jakarta Pusat, Senin (2/20).

“Pak presiden selalu menyampaikan ini, pimpinan Perguruan Tinggi wajib mendukung inovasi untuk menghadapi perubahan global dan memenuhi kebutuhan sumber daya Indonesia yang kreatif, Inovatif dan kompetitif,” ujar Nasir.

Menurut Menteri Nasir, dalam era ekonomi digital ini kedepannya akan ada beberapa pekerjaan yang tereliminasi digantikan dengan bidang yang baru. Contohnya, akuntan akan secara perlahan ditinggalkan, digantikan oleh komputer. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi harus mampu mempersiapkan mahasiswa jurusan akutansi dalam mengahadapi perubahan di era digital ini, yakni dengan cara melakukan inovasi pada materi ajar dengan menambahkan coding pada mahasiswa jurusan akutansi.

“Kita mendidik mahasiswa akutansi, mungkin peran dia kedepannya akan diambil alih oleh komputer,maka mahasiswa saat ini harus menguasai coding,” paparnya.

Nasir menambahkan, dengan terus berfikir kreatif dan melakukan inovasi maka Perguruan Tinggi Indonesia akan mampu bersaing di era global. Maka Indonesia akan mampu menjadi pemenang diantara negara lainnya karena negara yang menang adalah negara yang terus berinovasi.

“Yang harus kita perhatikan adalah negara yang jadi pemenang tidak musti yang penduduknya besar dan negara yang kaya. Negara yang punya inovasi yang akan jadi pemenang dalam kompetisi global,” tambahnya.

Dalam acara ini, turut hadir Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini dan Sekretaris Direktorat Jenderal Kemenristekdikti Agus Indarjo. (TJS)

Galeri