Klaten (28/06/18) “Sebentar lagi kita punya padi Rojolele yang berumur genjah hasil teknologi nuklir”, demikian menurut Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya pada Panen Raya program Agro Techno Park (ATP) di Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten 28 Juni 2018. Rojolele merupakan padi unggulan Klaten dengan rasa pulen dan beraroma wangi, namun umur tanamnya cukup panjang sekitar 140-160 hari, sehingga hanya dapat ditanam dua kali setahun.

Sejak tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Klaten bekerjasama dengan BATAN melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) melakukan perbaikan varietas Rojolele dengan teknologi mutasi radiasi, dan berhasil memangkas umur tanam menjadi 110-120 hari. Dengan akan adanya varietas baru Rojolele yang berumur genjah ini Sri Mulyani ingin membangkitkan jaman keemasan Rojolele di Klaten.

Terkait dengan program ATP, Sri Mulyani sangat antusias dengan capaian hasil tanaman padi yang cukup baik dari varietas unggul BATAN yang diaplikasikan di Klaten, sehingga dapat membantu pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Sri Mulyani juga mengharapkan kerja sama dengan BATAN perlu ditingkatkan yakni pada bidang pendidikan dan kesehatan, agar kualitas suber daya manusia Klaten makin meningkat pula.

Panen raya dihadiri oleh Falconi Margono Sutarto (Sestama BATAN), Prof. Efrizon Umar (Deputi SATN BATAN), Bambang Riyanto (Anggota Komisi VII DPR RI dari F. Gerindra), Sekda Kabupaten Klaten, pejabat SKPD di lingkungan Pemkab Klaten, serta pejabat dari TNI dan Polri wilayah Klaten.

Dalam sesi diskusi terdapat beberapa masukan dari petani terkait varietas Inpari Sidenuk, apabila ditanam di musim yang tepat dan disesuaikan dengan sifat varietasnya maka hasilnya cukup tinggi, namun diluar itu rentan akan gangguan hama dan penyakit, untuk itu para petani mengharapkan BATAN dapat lebih meningkatkan ketahanan hama dan penyakit pada Inpari Sidenuk, karena varietas ini sudah disukai di Klaten.(ereff)

sumber: http://www.batan.go.id/index.php/id/kedeputian/pendayagunaan-teknologi-nuklir/diseminasi-dan-kemitraan/4593-nuklir-pangkas-umur-rojolele