[unsoed.ac.id, Sab, 24/02/18] Lantunan ayat suci Al-Quran terdengar syahdu, menggema di Auditorium Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman / UNSOED, Sabtu (24/02). Acara Khotmil Qur’an – Nusantara Mengaji yang bertajuk “Menebar Semangat NKRI Membentuk Generasi Qurani”,  dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof. H Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak, para Ulama dan Kiai Banyumas, para pimpinan Perguruan Tinggi (Universitas Terbuka, Universitas Siliwangi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Negeri Semarang, Direktur Politeknik Cilacap, Kopertis wilayah VI, Universitas Wijayakusuma, IT Telkom), Para Wakil Rektor UNSOED, Senat UNSOED, Forkompinda Kab Banyumas, Perwakilan dari Korem, Kodim, Polres, pondok pesantren di Kab Banyumas, civitas akademika UNSOED, dan tamu undangan.

Menristekdikti Prof. H Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak dalam sambutannya mengatakan dengan mengaji bersama mudah-mudahan hati kita diketuk oleh Alloh SWT, untuk selalu ingat kepada Alloh SWT dan selalu menciptakan kedamaian di negeri ini. Berharap kegiatan ini dapat dijalankan terus, untuk mendoakan Negara Republik Indonesia, agar semakin maju, makin kompetitif dalam menghadapi persaingan global, rakyat semakin sejahtera, rukun dan bersaudara. “Semoga ke depan UNSOED semakin menjadi universitas yang berkualitas, perguruan tinggi yang mampu mencetak kader bangsa dan mampu menghasilkan sumberdaya-sumberdaya yang mampu bersaing di kelas dunia”, harap Menristekdikti.

Pada kesempatan tersebut Menristekdikti Prof. H Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak juga memberikan Mauidloh Hasanah. Disampaikan hadist : apabila ada suatu kaum/masyarakat yang sedang berkumpul untuk dzikir /mengingat kepada Alloh, salah satunya adalah membaca Al-Qur’an maka Alloh akan menjanjikan 4 perkara yaitu Allah akan menurunkan rahmat untuk kita semua, para Malaikat akan melindungi mereka, akan diberikan suatu  ketenangan, Allah menyebut mereka kepada makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya. “Menjadi hal yang sangat penting di Kemenristekdikti adalah bagaimana selalu berjuang menciptakan kedamaian, dengan berdzikir kepada Allah, dengan mambaca Al-Qur’an kita bisa diberikan ketenangan/kedamaian”, ungkap Menristekdikti. Bahwa hidup sebenarnya mencari ibadah, namun tidak sekedar itu harus diperhatikan syariatnya seperti apa dan tuntunanya bagaimana.  “Kehidupan kita sebagai manusia tujuan utama kita mencari keridhoan Allah, sehingga mencari kedamaian menjadi sangat penting,” jelasnya.  Demikian juga para mahasiswa kuliah itu mencari ilmu sehingga mengikuti proses.  “Era kita adalah era kompetitif dan sudah tidak bisa menghindar lagi sehingga perlu persiapan dan kerja keras,” ungkapnya.

Rektor UNSOED Dr.Ir Achmad Iqbal M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Nusantara Mengaji yang diselenggarakan oleh UNSOED, sejatinya adalah bagian dari membangun karakter.  Semangat Nusantara Mengaji adalah mensyiarkan Islam sebagai rahmatan lil alaamin, Islam adalah semangat memuliakan peradaban dan  yang terpenting adalah menegaskan dan mengokohkan Islam sebagai ruh yang melambari semangat membangun, memelihara dan menjaga kecintaan kita kepada negara dan bangsa. “Melalui khotmil Qur’an – Nusantara Mengaji,  Insya Allah adalah sebuah ikhtiar kita sebagai seorang muslim Indonesia, untuk menghadirkan keridhaan Allah di seluruh bumi nusantara, sehingga negeri kita menjadi baldatun thayyibatun warrabbun ghafur, adil dan sejahtera”, ungkap Rektor.

Sekitar 5000 lebih hadirin memadati Gedung Auditorium Graha Widyatama UNSOED dalam acara Busantara Mengaji ini. Acara live melalui  video conference yang akan tersambung dengan universitas yaitu Universitas Negeri Semarang, Universitas Syah Kuala, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Lampung, dan Universitas Siliwangi. Kegiatan ditutup dengan Do’a bersama KH Zainur Rohman.

Maju Terus Pantang Mundur, Tidak Kenal Menyerah! (HMS)

Sumber berita dan foto: Humas Unsoed