Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir BAPETEN, Yus Rusdian Akhmad  menutup acara ekspertasi IAEA dalam mengkaji peraturan terkait keselamatan fasilitas radiasi dan sumber radioaktif di Denpasar Kamis (15/02) siang. Deputi didampingi Direktur Pengaturan dan Pengawasan Instalasi Nuklir, Yudi Pramono dan 2 tenaga ahli IAEA, Mr. Geoff Williams dan Mr. Peter Thomas.

“Penyelenggaraan ekspertasi IAEA yang berlangsung pada tanggal 12-15 Februari 2018 bertujuan untuk melakukan tindak lanjut beberapa  simpulan misi IRRS tahun 2015 untuk topik terkait keselamatan fasilitas radiasi dan sumber radioaktif dalam rangka  mempersiapkan serta menjembatani misi tindak lanjut. Selain itu juga untuk mengevaluasi tindakan yang telah direncanakan dan dilakukan BAPETEN terkait kesesuaian dari rekomendasi atau saran IRRS yang relevan juga serta mendapat pedoman tambahan dari ekspert IAEA”, demikian disampaikan oleh Yus Rusdian Akhmad.

Lebih lanjut Yus Rusdian Akhmad  menyampaikan dalam pertemuan 4 hari itu telah dibahas dan direviu mengenai kebijakan nasional terkait pengelolaan limbah radioaktif, Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif, Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 8 Tahun 2011 tentang Keselamatan Radiasi Dalam Penggunaan Pesawat Sinar-X Radiologi Diagnostik dan Intervensional, Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 17 Tahun 2012 tentang Keselamatan Radiasi dalam Kedokteran Nuklir, dan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pengolahan Limbah Radioaktif Tingkat Rendah dan Tingkat Sedang.

U shape

“Keberhasilan pelaksanaan ekspertasi IAEA berkat partisipasi  aktif seluruh unit kerja  dan stakeholder terkait. Namun keberhasilan ini, tidak berarti tugas telah selesai. Kita masih harus terus melanjutkan bekerja bersama-sama untuk mempersiapkan Follow-up Mission yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2019. tukas Yus Rusdian Akhmad menutup sambutannya.

sumber: https://www.bapeten.go.id/?p=66803