JAKARTA – Rekognisi pembelajaran; Penjaminan mutu; Program Pertukaran Pelajar; Pembelajaran Sepanjang Hayat, Pendidikan Tinggi Vokasi dan Keterlibatan Industri dalam Pendidikan Tinggi menjadi kesepakatan pada pertemuan ke-3 Intermediate Senior Official Meeting Asia-Europe Meeting on Education.

Rabu, 5 Juni 2018. Sekretaris Jenderal Ainun Naím menutup pertemuan ke 3 Intermediate Senior Official Meeting Asia-Europe Meeting on Education, yang dilaksanakan sejak tanggal 3-5 June 2018, di Jakarta.

Mengawali pembukaan dengan mengucapkan apresiasi terhadap Dr. David Urban dan Dr. Nadya Reynders, Sekretariat ASEM Education (AES) dari Negara Belgia, para ketua sidang, moderator dan pembicara dari Asia dan Eropa, serta Delegasi Indonesia dari Institusi Pendidikan Tinggi; Sekretaris Jenderal Ainun Naím mengatakan bahwa pertemuan telah banyak menghasilkan kesepakatan-kesepakatan yang perlu ditindak lanjuti oleh semua anggota ASEM.

Dua bidang prioritas yang harus dilanjuti adalah:

A. Rekognisi pembelajaran; Penjaminan mutu; Program Pertukaran Pelajar.

1. ASEME akan membentuk “Single Information Portal ‘’, sebagai media untuk mendesiminasikan seluruh informasi tentang program dan kegiatan ASEM.

2. ‘Blended Learning Mobility’’ tetap akan dikembangkan dalam forum ASEM.

3. Program rekognisi pembelajaran, saat ini sudah dinilai baik sistemnya; akan tetapi perlu disosialisasikan dan atau dipromosikan kembali, dalam forum ASEM maupun secara nasional, di masing-masing Negara.

4. Anggota ASEM disarankan untuk fokus kepada perjanjian kerjasama bilateral, karena dirasa penyusunan perjanjian regional/multilateral, akan lebih sulit.
5. Harapan-harapan baru:

a. Diseminasi informasi tentang Institusi Pendidikan Tinggi di Eropa dan Asia.
b. Pertukaran Informasi tentang Best Practice dalam bidang pendidikan tinggi.
c. Dengan meningkatkatnya keterlibatan Institusi Pendidikan Tinggi di Asia dan Eropa yang jumlahnya semakin banyak, maka keberadaan portal information ASEM menjadi sangat penting.
d. Jika tidak diperlukan, tidak usah membuat inisiatif baru, akan tetapi memanfaatkan program-program yang telah ada, tetapi program tersebut harus lebih fleksible dan dapat beradaptif sesuai perkembangan jaman.
e. Informasi mengenai program-program ASEM berikut cara mengajukan aplikasi nya, perlu untuk disosialisasikan secara berkala.

B. Pembelajaran Sepanjang Hayat (Life Long Learning – 3L), Pendidikan Tinggi Vokasi dan Keterlibatan Industri dalam Pendidikan Tinggi

• Menerapkan program Life Long Learning (3L) kedalam kurikulum pendidikan
• Meningkatkan kesadaran akan pentingnya Life Long Learning (3L).
• Meningkatkan kualitas TVET (Technical Vocational Education and Training) – termasuk Politeknik, agar jumlah pelajar yang berminat mengambil Politeknik, juga meningkat.
• Mencari jalan untuk menterjemahkan suatu konsep/mekanisme pendidikan tinggi, dari satu negara ke negara lainnya, untuk sesama anggota ASEM.
• Mendorong kolaborasi dan dialog antara mitra strategis (stakeholders), termasuk keterlibatan mereka pada proses pengembangan kurikulum.
• Memperkuat kapabilitas sistem pendidikan tinggi untuk beradaptasi dengan mudah, menyesuaikan dengan tantangan global, seperti penggunaan digital technology dalam pembelajaran dalam Revolusi Industri ke-4.
• Mendukung pengembangan professionalism dari tenaga pengajar/dosen.
• Memformulasikan kebijakan pendidikan tinggi/pendekatan yang berbeda, sesuai dengan tantangan global.
• Mendorong kerjasama lintas sektoral.
• Memastikan koleksi data dan atau ketersediaan data dan analisa data, sebagai basis dari perencanaan kebijakan pendidikan tinggi yang baik.
• Menggunakan dan atau mengeksplorasi mekanisme dari the Turino Process, serta inisiatif baru yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Pada akhir sambutan, Sekretaris Jenderal Ainun Naím kembali mengundang anggota ASEM untuk menindak lanjuti kesepakatan-kesepakatan yang diusulkan, dan mengucapkan selamat kepada Austria yang akan menjadi tuan rumah SOM-1 ASEME di bulan Oktober 2018, serta kepada Rumania, yang akan menjadi tuan rumah SOM-2 dan ASEMME VII di bulan Mei 2019.

 

Nada Marsudi dan Tri Sundari
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

Galeri