#Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 53/SP/HM/BKKP/IV/2017

Bogor – Presiden Joko Widodo meresmikan Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila yang diprakarsai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Bertempat di Istana Bogor pada Sabtu (12/8/2017) Presiden Jokowi dalam kesempatan ini berbaur bersama ratusan mahasiswa, dosen serta tamu undangan lainnya untuk melakukan senam pagi.

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai negara yang besar dan majemuk kita harus berbangga dan dapat mensejajarkan diri dengan negara besar lain. “Tantangan ke depan bukan semakin mudah tapi semakin berat. Tanpa ada sebuah ideologi yang mengarahkan, akan sulit bagi kita untuk berkompetisi dengan negara-negara lain. Apa ideologi itu? Pancasila,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga mengatakan tantangan lainnya adalah perubahan dunia yang sangat cepat. Perubahan itu berkaitan dengan teknologi, sehingga beliau menghimbau agar transisi atas perubahan harus diantisipasi. “Perubahan harus disikapi bersama, untuk itu kita harus memperkuat nilai karakter bangsa kita,” Presiden Jokowi menegaskan.

Menurut Presiden Jokowi semua harus diperkuat termasuk nilai-nilai kegamaan. Pasalnya terjangan pertarungan ideologi itu nyata adanya, seperti terjangan yang terjadi melalui media sosial yang akhir-akhir ini.

Presiden Jokowi mengingatkan, “Jangan sampai karakter ke-Indonesiaan kita hilang karena terjangan infiltrasi ideologi.”

Terakhir, Presiden Jokowi mengajak semua kalangan mulai dari Perguruan Tinggi, ormas keagamaan dan kepemudaan untuk membangun kembali ideologi Pancasila. Presiden Jokowi menuturkan bahwa Pemerintah dan UKP-PIP tidak mungkin bekerja sendiri, semua elemen bangsa harus ikut terlibat aktif.

Hadir dalam acara peluncuran Penguatan Pendidikan Pancasila ini antara lain Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP, Wakil Presiden RI Ke-2 Tri Sutrisno selaku Anggota Dewan Pengarah UKP-PIP, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menkopolhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala KSP, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar, Ketua UKP-PIP Yudi Latief,  jajaran eselon 1 dan 2 Kemenristekdikti, Walikota Bogor Bima Arya dan tamu undangan lainnya.

Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP, Megawati Soekarno Putri mengatakan moral Pancasila harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan bahkan sudah seharusnya menjadi pondasi bagi sistem pendidikan di Indonesia. “Hendaklah diinsyafi benar bahwa Pancasila bukan bahan pelajaran saja, bukan suatu intelektualisme atau ‘subject to be learn’ saja, tapi Pancasila harus jadi ‘way of life’,” tutur Megawati.

Menurut Megawati, jika nilai-nilai Pancasila terpatri di dalam jiwa batin dan pikiran, semua rintangan akan mampu dihadapi. “Jadikan pancasila sebagai bintang penuntunmu untuk meraih cita-cita,” pesan Megawati kepada para mahasiswa.
Adapun tujuan dari Peluncuran Program Penguatan Pancasila adalah dalam rangka memperkuat pemahaman berbangsa dan bernegara di kalangan mahasiswa dan dosen.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengatakan pendidikan memiliki peran strategis dan solusi untuk mengatasi permasalahan bangsa, yakni menghasilkan lulusan yang Pancasilais yang tidak saja pandai secara kognitif tapi juga memahami permasalahan bangsa sehingga bisa berkontribusi membangun bangsanya.
Nasir melanjutkan, proses pembelajaran pada pendidikan tinggi, Pancasila merupakan mata kuliah wajib pada program diploma dan sarjana, sesuai dengan UU no. 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional dan UU no. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dirasa masih belum optimal sehingga diperlukan program penguatan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan kulikuler, co-kulikuler dan extra kulikuler.

“Kami berharap setelah selesainya program ini, akan terwujud percepatan kohesi sosial terhadap bangsa sehingga terwujud nilai-nilai Pancasila menjadi budaya dan karakter terpuji civitas akademika seluruh Indonesia,” harap Nasir.

Diikuti oleh 503 mahasiswa dan 105 dosen dari 105 PTN/PTS di seluruh Indonesia, kegiatan ini berlangsung pada 11-12 Agustus 2017. Adapun rangkaian acaranya meliputi orientasi nilai-nilai Pancasila dan penguatan pendidikan Pancasila diselingi nonton film bareng film “Pantja Sila : Cita-cita dan Realita”. (SH)