UNAIR NEWS – Universitas Airlangga melalui Pusat Penerimaan Bahasiswa Baru (PPMB) dan Pusat Informasi dan Humas (PIH) mengadakan pameran dan konsultasi bertajuk Airlangga Education Expo (AEE). Pameran dan konsultasi itu berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak Jumat – Minggu (23-25/2) di Airlangga Convention Center (ACC).

Presentasi dan dialog penerimaan mahasiswa baru dilakukan langsung oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA., Jumat (23/2). Dialog bersama rektor itu dihadiri oleh siswa, kepala sekolah dan guru Bimbingan dan Konseling (BK), serta orangtua dari berbagai sekolah di Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, rektor mengatakan bahwa UNAIR ingin memberikan informasi seluas-luasnya tentang pendaftaran dan regulasi untuk mendaftar di UNAIR.

“Kita ingin memberikan informasi yang terbaik, terutama pada para kepala sekolah. Karena salah satu faktor dari keberhasilan lulusan bukan hanya soal nilai semata, tapi juga posisi peta persaingan masing-masing prodi (program studi, Red),” ujar rektor.

Sehingga, lanjut rektor, lulusan SMA tidak salah pilih. Dengan memberi informasi tentang jalur masuk UNAIR dan mekanismenya, lulusan mendapatkan perguruan tinggi sesuai dan tepat dengan kondisi di UNAIR.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu secara tegas mengatakan bahwa UNAIR tidak berkenan jika hanya menjadi perguruan tinggi batu loncatan. Jika sudah diterima di UNAIR lantas melepaskan pilihan dan tidak melakukan daftar ulang karena diterima di tempat lain, maka sekolah asal siswa akan mendapatkan pengurangan indeks (indeks sekolah merosot).

“Mereka harus memilih. Kalau ada yang mundur bukan hanya merugikan lembaga, tapi juga merugikan teman mereka yang mestinya bisa diterima,” ujar rektor.

Sanksi itu, lanjut rektor, untuk memastikan bahwa pendaftaran siswa sudah dipikir matang-matang. Sehingga, mendaftar perguruan tinggi khususnya di UNAIR bukan hanya untuk coba-coba. “Sekolah tidak boleh coba-coba. Harus dipikir matang-matang,” lanjutnya.

Tahun 2018 ini, untuk jenjang S1, kuota penerimaan mahasiswa baru di UNAIR sejumlah 5250. Kuota itu terbagi dalam 30 persen jalur SNMPTN, 40 persen jalur SBMPTN, dan 30 persen jalur mandiri. Ada beberapa pengurangan untuk jurusan dengan kapasitas mahasiswa yang besar. Seperti di Fakultas Kedokteran Hewan dan prodi Manajemen, FEB.

“Sebelumnya FKH menerima sampai 270 mahasiswa, (akan dikurangi, Red) jadi 250. Manajemen juga kita kurangi, dari 280 jadi maksimal 250 mahasiswa. Kita kurangi karena menyesuaikan kapasitas, baik laboratorium, ruang kelas, maupun dosen,” paparnya.

Rektor mengatakan, pengurangan itu bertujuan agar proses pendidikan berlangsung lebih baik, dengan kualitas pembelajaran tetap dijaga.

Selain talkshow dan tanya jawab SBMPTN dan Mandiri, AEE kali ini akan dimeriahkan dengan talkshow kesempatan student exchange, talkshow tips memiliki jurusan, talkshow beasiswa di UNAIR, talkshow bersama mahasiswa dan alumni berprestasi, dan talkshow mahasiswa berwirausaha. Acara ini bukan hanya mengundang siswa, tapi juga guru dan orang tua. Selain itu, di pergantian acara juga dimeriahkan oleh hiburan, games, dan penampilan musik. (PIH UNAIR)

 

Keterangan foto

  1. Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA., melakukan peninjauan stan-stan fakultas yang dipamerkan di acara Airlangga Education Expo, Jumat (23/2) di Airlangga Convention Center (ACC).
  2. Peserta pembludak: Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Mohammad Nasih, MT., SE., Ak, CMA., melakukan dialog tentang penerimaan mahasiswa baru di UNAIR kepada siswa, kepala sekolah, guru, dan orang tua di Jawa Timur, Jumat (23/2) di Airlangga Convention Center (ACC).