POITIERS – Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Patdono Suwignjo turut membuka penyelenggaraan the 10th Joint Working Group Indonesia – France Cooperation 2018 in Higher Education, Research, Innovation and Entrepreneurship di Futuroscope, Poitiers, Perancis, Selasa (26/6). Pelaksanaan ini menandai satu dekade pertemuan kerja sama bilateral kedua Negara. Lebih dari 200 peneliti dari berbagai lembaga perguruan tinggi, lembaga riset, industri dan media dari Indonesia dan Perancis menghadiri pertemuan tahunan ini.

“Telah banyak perjanjian kerja sama antar kedua Negara yang telah disepakati dalam tiga tahun terakhir yang dapat dijadikan rujukan dalam berkolaborasi. Pada kesempatan ini, Indonesia mengusulkan untuk menjajaki dan mempererat kerja sama dalam bidang pendidikan vokasi, science and techno parks, world class professor, center of excellent dan pembelajaran secara daring,“ ujar Dirjen Patdono.

Pertemuan kali ini dirasa lebih spesial karena dilaksanakan secara back-to-back dengan the 1st Indonesia – France High Level Meeting on Science, Technology and Higher Education Cooperation (HLM ke-1). Pertemuan HLM ke-1 ini merupakan implementasi payung hukum kerja sama dalam bidang iptek dan dikti yang telah ditandatangani oleh kedua Negara pada kunjungan kerja Presiden Perancis ke Indonesia pada tanggal 29 Maret 2017 di Jakarta.

Dirjen Patdono lebih lanjut menyampaikan bahwa pertemuan JWG harus dimanfaatkan untuk mencapai sasaran strategis dan output yang ingin dicapai sehingga hasilnya akan efektif dan setiap inisiasi kerja sama dapat diimplementasikan dengan baik.

“Setiap kerja sama yang dilakukan hendaknya merujuk kepada tujuan strategis dan program prioritas Kemenristekdikti,“ imbuhnya.

Pada pertemuan tersebut turut hadir Duta Besar dari kedua Negara. Dalam sambutannya Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar Indonesia untuk Perancis menyampaikan menyambut baik hubungan kerja sama yang sudah terjalin antara Indonesia dengan Perancis pada bidang iptek dan dikti serta mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah Perancis untuk menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan pertemuan ini.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Jean Charles Berthonnet, dalam sambutannya berharap agar jumlah mahasiswa asing dari Indonesia yang akan menempuh pendidikan di Perancis meningkat.

Turut hadir pada acara ini adalah Direktur Jenderal Sumberdaya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti; Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti, Ocky Karna Radjasa; Deputy Director General for Research and Innovation, Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi (MESRI) Perancis, Pierre Valla; President of the Community of Greater Poitiers, Alain Claeys; serta Loic Vaillant, President of Confederal University Leonardo da Vinci yang bertindak sebagai tuan rumah.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik

Kemenristekdikti