Siaran Pers

Kemenristekdikti

No : 151 /SP/HM/BKKP/VIII/2018

 

Jakarta, 27 Agustus 2018

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi (27/8). Kunjungan ini dilakukan Menristekdikti usai melaksanakan Ibadah Haji di Tanah Suci.

Dalam kunjungan ini Menristekdikti didampingi Konsul Jenderal KBRI Jeddah M. Hery Saripuddin dan Atdikbud KBRI Riyadh untuk Kerajaan Arab Saudi Achmad Ubaiedillah berkesempatan berdialog dengan guru, siswa, mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Jeddah.

Dialog ini juga diikuti melalui ‘video conference’ oleh Sekretaris Jenderal Ainun Na’im, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, dan jajaran KBRI Arab Saudi, dan jajaran Kemenristekdikti.

Dalam sambutannya, Menteri Nasir mengingatkan masyarakat Indonesia di luar negeri terutama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk senantiasa meningkatkan pendidikan dan keterampilannya agar dapat menjadi tenaga kerja yang terampil (skilled worker) sehingga dapat bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Dengan memperoleh pendidikan tinggi yang lebih baik, tenaga kerja Indonesia tidak lagi menjadi tenaga kerja ‘unskilled’ tapi ‘skilled worker’, gaji yang diterima para Tenaga Kerja Indonesia juga akan jauh lebih baik.

Menristekdikti Mohamad Nasir pada kesempatan ini juga mendorong putra-putri Tenaga Kerja Indonesia di Jeddah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Menteri Nasir mengatakan bahwa anak-anak Indonesia lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dapat mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dari Negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia. Bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, Menteri Nasir berjanji akan memberikan beasiswa, antara lain melalui Program Bidikmisi.

“Kemenristekdikti besama Panitia SBMPTN telah membuat inovasi Ujian SBMPTN berbasis android dan akan terus disempurnakan untuk membuat ujian masuk PTN menjadi efektif dan efisien. Harapan kedepannya anak-anak ini dapat mengikiti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja, Saya sudah meminta Sesjen Kemenristekdikti untuk mengkomunikasikan kepanitia SBMPTN dan SNMPTN. Tentu ini akan dapat menekan biaya, jauh lebih efisien dan hemat,” terang Menteri Nasir.

Pada kesempatan ini Menristekdikti juga menyampaikan berbagai terobosan dan kebijakan yang telah dilakukan Kemenristekdikti untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia untuk bersaing dengan Negara lain di Era Revolusi 4.0.

Menjawab pertanyaan tentang road map riset Indonesia dalam 20 tahun kedepan, Pemerintah RI telah menerbitkan Perpres Nomor 38 tahun 2018 terkait Rencana Induk Riset Nasional (RIRN). RIRN diharapkan akan menjadi pedoman dan peta jalan riset dan pengembangan iptek dan inovasi jangka menengah dan panjang. Selain itu, diharapkan akan bisa mensinergikan setiap riset kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah dan masyarakat/komunitas penelitian. Menteri Nasir juga menginformasikan beberapa inovasi yang didasari ke sepuluh prioritas RIRN, diantaranya dalam bidang transportasi adalah kapal pelat datar dan motor listrik Gesit, teknologi maju adalah produk-produk nanoteknologi dalam bidang kesehatan dan industri, energi baru dan terbaharukan seperti teknologi matahari, air, angin, panas bumi, hidrogen biodiesel, arus laut.

Konsul Jenderal Indonesia untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengungkapkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Jeddah dalam segala aspek, termasuk pendidikan. KJRI telah bekerjasama dengan tiga perguruan tinggi di Indonesia, sebagai implementasi keseriusan pemerintah RI dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak WNI di Jeddah.

“Kami berprinsip tidak membedaka-bedakan anak-anak Indonesia dari latar belakang manapun. Kami mengupayakan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak WNI di Jeddah yang lulus dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Sebagai implementasinya kami telah bekerjasama dengan tiga universitas di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan UIN Malang,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im dalam sesi dialog mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Panitia Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri mengenai pelaksanaan Seleksi Masuk PTN bagi putra-putri Indonesia yang berada di luar negeri. Dari komunikasi yang terjalin telah disepakati bahwa Pusat Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri bisa dilaksanakan mulai tahun depan, dan tes dapat dilakukan beberapa kali.

Sementara itu Direktur Pembelajaran Paristiyanti menjelaskan bahwa bagi mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri dapat melakukan penyetaraan ijazah di Kemenristekdikti secara daring dengan mengakses ijazahln.ristekdikti.go.id. Tim Penyetaraan Ijazah Kemenristekdikti kemudian akan melakukan penelaahan mengenai ijazah tersebut dan hasilnya dapat diperoleh dalam jangka waktu lebih kurang 10 hari kerja.

Dwi Rizka Ananda dan Firman Hidayat
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti